Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Senja Kala Batu Akik Cempaka: Dulu Banyak yang Tertarik, Kini Tak Dilirik

Sheilla Farazela • 2024-06-25 11:00:00
SEMANGAT: Roni saat memperlihatkan deretan batu akik miliknya untuk dijual kepada wisatawan. (Foto: Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
SEMANGAT: Roni saat memperlihatkan deretan batu akik miliknya untuk dijual kepada wisatawan. (Foto: Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

 

Sempat booming sekitar tahun 2015, batu akik asal Cempaka kini tak lagi dilirik. Semakin tahun, makin sepi pembeli. 

       ****
Bebatuan hasil dari galian tanah di pendulangan intan Cempaka, Banjarbaru tak hanya dibiarkan terbuang begitu saja. Bagi warga lainnya, batuan tersebut dapat dijadikan perhiasan dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Di Pendulangan Intan Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Radar Banjarmasin, Jumat (31/6) mendapati para perajin batu akik sedang menjajakan dagangannya. Salah satunya Roni Hidayat (40). Ia mengaku melanjutkan usaha orang tuanya berjualan batu akik. "Sudah sepuluh tahun jadi penjual batu akik di sini," katanya. 

Roni menuturkan, sebelum menjadi perhiasan seperti cincin batu akik, ataupun liontin dan lainnya, bebatuan tersebut ia peroleh dari tumpukan batu hasil pendulangan intan. "Ada banyak batu yang bentuknya indah dengan aneka motif, kemudian dipilah, mana yang memiliki nilai ekonomis. Seperti kecubung dan lainnya," ucapnya.

Batu-batu itu, ujar Roni diasah dan dibentuk menjadi batu hias ke penggosokan. "Bisa kita buat cincin, liontin dan lainnya. Guratan pada motif dan warna yang khas menjadi daya tariknya," sebutnya.

Roni pun menawarkan batu akik itu kepada para wisatawan yang datang ke Pumpung untuk melihat proses pendulangan intan. Harganya cukup relatif. Bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. "Tergantung bentuk, motif dan warna," ungkapnya.

Namun untuk penjualan sekarang, diakui Roni tak seramai dahulu. "Pendapatan sekarang tidak menentu. Kalau ada wisatawan ke sini, baru ada yang beli. Kalau dulu, orang sengaja ke sini untuk mencari batu akik," bebernya. 

Meski demikian, Roni masih semangat untuk menjajakan jualan batu akiknya ke wisatawan ataupun ke kolektor. (bersambung)

 
 
Editor : Indra Zakaria