Kasus dugaan penculikan terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Banjarbaru dipastikan tidak benar. Hal itu ditegaskan Kapolsek Liang Anggang, Kompol Yuda Kumoro Pardede setelah pihaknya berhasil menemukan korban pada Minggu (30/6) malam.
“Kejadian yang videonya viral itu sudah kami selidiki. Jadi kami pastikan bukan kasus penculikan,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Liang Anggang, Senin (1/7).
Yuda menjelaskan dari hasil penyelidikan sebelumnya, personel Polsek Liang Anggang akhirnya berhasil menemukan titik lokasi korban dugaan penculikan ini. Anak perempuan yang masih SD ini ditemukan sedang berada di rumah seorang pemuda berinisial R (23). Pemuda itu diakui sebagai pacarnya.
Tepatnya anak itu ditemukan di Kompleks Herlina, Blok Bawang Putih, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin.
Sebelumnya, anak tersebut dikabarkan oleh pihak keluarga menjadi korban penculikan, usai dibawa kabur pria menggunakan mobil berwarna putih, Jumat (28/6) dini hari.
Kabar itu semakin kuat karena sang anak lebih dari 24 jam tidak kunjung pulang ke rumahnya.
Namun dalam proses interogasi, pertemuan anak dan pengemudi mobil itu memang sudah direncanakan. Mereka berjanjian lewat medsos. "Mereka sudah janjian ketemu, komunikasi lewat hp. Jadi ini bukan penculikan," kata Yuda.
Apalagi anak tersebut memilih tidak pulang ke rumah, karena takut dimarahi orang tuanya. Itu setelah dipergoki kakak dan ibunya sedang berduaan di dalam mobil bersama seorang pria. Si pria juga langsung tancap gas dari TKP, karena panik usai dipergoki sedang berduaan. "Lalu karena takut mengantar pulang ke rumahnya setelah dipergoki, si anak kemudian minta diantar ke rumah pacarnya di Sungai Andai," jelas kapolsek.
Hingga saat ini si pria di dalam mobil masih belum diketahui keberadaannya. “Kami masih mencari si sopir yang dikenalnya itu,” ujarnya.
Ada Indikasi Persetubuhan Anak
R (23) diamankan personel Polsek Liang Anggang atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Warga Banjarmasin itu diduga telah menyetubuhi perempuan yang masih berusia 13 tahun ini.
Perbuatan tidak terpuji itu diduga telah dilakukan R saat si anak memilih menginap di rumahnya selama beberapa hari. "Ada dugaan arahnya ke sana. Sekarang kami masih melakukan pendalaman," kata Yuda Kummoro Pardede.
Ketika tiba diantar ke Sungai Andai pada Jumat (28/6) dini hari, si anak mengaku kepada R takut pulang ke rumah lantaran sedang dimarahi oleh orang tuanya. Padahal takut pulang karena baru saja kepergok sedang berduaan di dalam mobil dengan seorang pria.
"Sekarang pria yang mengantarkan korban juga sedang kami cari. Ada dugaan sama kasusnya seperti R, karena ada pengakuan dari ibunya yang melihat mobil bergoyang," ujarnya.(*)