Proyek Lanjutan Jembatan Pulau Laut Mulai Dikerjakan, Lelang Dimenangkan Kontraktor Dari Banjarmasin
Indra Zakaria• 2024-07-15 16:15:00
SISA PEKERJAAN: Bekas pekerjaan di area Jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut, Batulicin, Tanah Bumbu, masih terlihat pada Kamis (11/7) siang. (FOTO: ZULQARNAIN/RADAR BANJARMASIN)
Jembatan yang hendak dibangun di atas laut menghubungkan Pulau Kalimantan-Pulau Laut sempat mangkrak cukup lama. Gairah untuk melanjutkan pembangunannya muncul kembali.
******** BATULICIN – Kondisi di sekitar jembatan penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut di Batulicin, Tanah Bumbu masih centang perenang. Ruas jalan menuju jembatan masih berkerikil, dengan kubangan air bekas guyuran hujan. Jalan sepanjang 1,5 kilometer dari Jalan Ahmad Yani itu belum disiram aspal.
Bangunan dasar jembatan penghubung antara Pulau Laut dan daratan Kalimantan itu sudah jadi. Meski belum setengah jalan. Di atas jembatan, akar gantung dari pohon tampak sudah merembet ke sisi jalan.Megaproyek ini terakhir digarap pada 2017 lalu. Kemudian mangkrak, lantaran belum mendapat rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
Di bawah jembatan, sejumlah pekerja dengan rompi PT Pandji Bangun Persada tengah membuat gudang penyimpanan material dari kayu pada Kamis (11/7) siang. Gudang itu bersebelahan dengan musala dan ruang rapat untuk pekerja yang telah selesai dibuat. Dua alat berat, pemadat tanah dan ekskavator juga terparkir di seberangnya.
Menurut warga yang datang ke lokasi untuk memancing, para pekerja itu belum terlihat sejak ia terakhir datang sekitar sebulan lalu. Namun, ia bersyukur bila jembatan itu kembali dikerjakan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Bumbu, M Ramdhan Mubarak Nasution mengatakan pihaknya belum memiliki informasi terbaru terkait pembangunan jembatan tersebut. “Belum ada rapat lagi,” ucapnya, Kamis (11/7).
Pemkab Tanah Bumbu telah menyepakati nota kesepahaman dengan Pemprov Kalsel dan Pemkab Kotabaru terkait pembiayaan jembatan tersebut pada 2023 lalu.
“Untuk tahun ini (2024, red) Rp100 miliar. Kami enggak tahu kelanjutannya tahun 2024, tapi anggarannya ada,” ujar Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu, Miftahul Ilmi, Jumat (12/7).
Sekda Tanah Bumbu, Ambo Sakka mengatakan berdasarkan nota kesepahaman, Pemkab Tanah Bumbu bakal mengucurkan Rp100 miliar tiap tahun. Selama lima tahun ke depan. Totalnya berati Rp500 miliar.
Ambo bilang, pembicaraan terakhir dengan Sekda Pemprov Kalsel Roy Rizali Anwar beberapa waktu lalu, jembatan tersebut sudah dilelang untuk pengerjaan tahap satu. Teknis pembangunan sepenuhnya juga berada di bawah Pemprov Kalsel. “Jadi kita enggak tahu sampai mana perkembangannya,” terangnya, Jumat tadi.
Mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanah Bumbu ini menyebut Jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut sangat strategis. Karena itu, pemkab mendukung pembangunan jembatan tersebut.
Mengacu laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Kalsel, sumber dana pembangunan tahun ini berasal dari APBD dengan pagu anggaran Rp200 miliar. Terdapat 41 peserta yang mengikuti tender. PT Pandji Bangun Persada memenangkan tender dengan harga penawaran Rp195 miliar.
Dalam dokumen yang terlampir disebutkan, jangka waktu pelaksanaan Jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut ini adalah 225 hari kalender. Melalui situs resminya, PT Pandji Bangun Persada bergerak di bidang usaha jasa konstruksi dan pertambangan yang berada di Banjarmasin.
PT Pandji Bangun Persada juga tergabung dalam konsorsium bersama PT Wijaya Karya (Wika) yang menjadi kontraktor untuk merampungkan Jembatan Sei Alalak di Barito Kuala. Jembatan itu diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2021 lalu.
Sejumlah pertanyaan terkait kelanjutan pembangunan jembatan oleh PT Pandji Bangun Persada telah dikirimkan kepada M Syaikhu, salah satu pekerja di lapangan. Awalnya, ia menyatakan perlu berkoordinasi dengan atasannya terlebih dahulu.
Belakangan, ia mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Dinas PUPR Kalsel. Syaikhu menjelaskan mereka hanya bertugas mempersiapkan fasilitas, dan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan informasi. "Kami dilarang memberi informasi. Takut salah," ujarnya. (*)
Serba-Serbi Jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut
- Tahun Perencanaan 2015 - Tertunda Tahun 2017 - Dilanjutkan Tahun 2024 - Total Panjang Jembatan 3.750 m - Tinggi Free Board 40 m.