Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Guru dan Siswa SDN Basirih 10 Banjarmasin Upacara Bendera di Lapangan Terendam Air

Wahyu Ramadhan • 2024-08-07 10:45:00
Siswa melaksanakan upacara dengan kondisi memprihatinkan.
Siswa melaksanakan upacara dengan kondisi memprihatinkan.

 

Halaman SDN Basirih 10 tidak layak dipakai untuk upacara bendera dan pelajaran olahraga. Berkali-kali mengusulkan perbaikan ke Dinas Pendidikan Banjarmasin, dijawab dengan janji dan janji.

         ******
BANJARMASIN - Sekolah dasar ini berada di Jalan Simpang Sungai Jelai, Banjarmasin Selatan. Akses menuju SD itu kini sudah bisa ditempuh kendaraan roda dua, selama air sungai tidak sedang pasang.  SDN Basirih 10 mendidik 45 murid. Kelas I-nya cuma punya lima siswa.

Di sini ada 10 pengajar. Enam guru kelas, dua guru mata pelajaran, dan seorang kepsek. Radar Banjarmasin mengunjungi sekolah itu Senin (5/8) pagi. Saat matahari sedang bersinar cerah. Dan lagu kebangsaan Indonesia Raya terdengar. Pagi itu, siswa-siswi berkumpul di lapangan. Ditunjuk sebagai pembawa dan penggerek bendera adalah siswi kelas VI, Nida Aulia.

Dibantu Risma dan Salsabila dari kelas V. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Rival dari kelas IV. Di sini, kita menyaksikan pemandangan yang menyesakkan dada. Anak-anak ini upacara di atas tanah berlumpur, tergenang, dan ditumbuhi rumput liar. Syukurlah, meski Rival harus bersusah payah karena kakinya terbenam lumpur, upacara bendera berlangsung dengan lancar.

Guru SDN Basirih 10, M Reza Pahlevi menuturkan, kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. "Dulu tahun 2014 halaman di sini masih bagus. Tapi lama kelamaan, tanahnya tergerus air," ungkapnya. SD ini berada di pinggir Sungai Jelai. Ketika air sungai meluap, halaman pun tergenang. Bahkan, genangan bisa masuk sampai ke dalam kelas dan kantor guru.

Kepala sekolah Irnawati mengaku sudah teramat sering melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin.

Dia meminta bantuan untuk meninggikan dan mengeraskan lapangan. Namun hingga kini tak ada perbaikan.  "Setiap tahun kami usulkan. Tahun ini dijanjikan perbaikan," ucapnya. "Ketika kami tagih perkembangannya, Disdik bilang baru bisa tahun depa," tambahnya.

Pihak sekolah tidak diam. Ketika sungai sedang surut dan lapangan mengering, rumput liar dipangkas. Bagian yang becek ditimbun gabah, tapi itu tidak bertahan lama. "Sekarang kami hanya berharap ada pembenahan dari pemko," harapnya.

Irnawati menceritakan, ketika mata pelajaran olahraga, anak-anak harus siap mandi lumpur. "Becek-becekan. Selesai olahraga langsung membersihkan diri di sungai," ujarnya.

"Kalau kondisinya tidak memungkinkan lagi, olahraganya di teras sekolah," tutupnya. Ketika hendak pulang, penulis berpapasan dengan Rival, si komandan upacara. "Saya senang upacara bendera, sudah sejak kelas III jadi komandan upacara," ujarnya bangga.

Disdik Rencanakan Halaman Panggung

Kepala Bidang Bina SD Disdik Banjarmasin, Ibnul Qayyim mengaku telah menyiapkan rencana untuk menangani halaman SDN Basirih 10.

Namun, tertunda gara-gara pergeseran anggaran akibat refocusing APBD 2024. "Insyaallah tahun 2025 kami anggarkan. Mudah-mudahan keuangan pemko sudah normal," harapnya. Qayyim mengatakan, halaman sekolah itu tidak bisa dikeraskan dengan cara biasa.

"Agar tidak mudah tergenang air, kami akan membuat halaman dengan konstruksi panggung," jelasnya. "Kalau diuruk dengan tanah, pasir, atau bebatuan hanya akan hanyut karena pasang surut sungai. Akan sia-sia," pungkasnya. (*)

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria