Namun, menurutnya perjalanan dinas satu ini terhitung prioritas, karena Banjarmasin tengah mengupayakan diri menjadi kota percontohan dalam hal pencegahan korupsi.
"Pelatihan ini penting untuk membangun mental dan integritas para pegawai kami. Kami ingin memastikan program anti-korupsi yang tengah berjalan tidak hanya menyasar eselon II, tapi juga eselon III, IV, hingga staf," jelas Dolly, Ahad (13/10).
Dolly mengklaim, upaya pencegahan korupsi di Banjarmasin telah berjalan cukup baik lewat sistem pembayaran non-tunai yang mengurangi risiko kontak langsung. Kota ini juga berhasil meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sebanyak 11 kali. Namun, dia merasa, masih diperlukan pembenahan mental, terutama dalam integritas pegawai.
"Bagaimana pun, sistem yang baik tidak cukup jika mentalitas pegawai belum terbentuk. Itulah yang ingin kami perkuat melalui pelatihan ini."
Saat ditanya alasan pemilihan Malang sebagai lokasi pelatihan, Dolly menjelaskan bahwa pemilihan tersebut berdasarkan anggaran yang telah ditetapkan, sekaligus untuk memberikan suasana baru bagi para peserta.
Pelatihan ini akan dibawakan auditor ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat, dengan fokus membangun 9 nilai integritas yang krusial dalam mencegah korupsi, serta menciptakan budaya anti-korupsi yang kuat di kalangan pegawai pemerintah.
"Tujuannya agar para Kuasa Pengguna Anggaran di setiap unit kerja bisa menjalankan fungsinya dengan integritas tinggi," tambahnya. Dolly juga menyebut, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemko Banjarmasin, yang saat ini stagnan.
"Kita ingin memperbaiki dari dalam, mulai dari mental dan integritas para pegawai kita," tutup Dolly. (*)