Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ratusan Korban Banjir di Banjar Mulai Mengungsi

Indra Zakaria • 2025-01-25 06:48:46
TERMENUNG: Suasana pengungsian korban banjir di blok Pasar Gambut Baru, Jl A Yani Km 14, Kabupaten Banjar pada Kamis (23/1) sore. (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
TERMENUNG: Suasana pengungsian korban banjir di blok Pasar Gambut Baru, Jl A Yani Km 14, Kabupaten Banjar pada Kamis (23/1) sore. (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

Banjir di Kabupaten Banjar memaksa ratusan warganya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) di BPBD Kabupaten Banjar, mencatat sebanyak 192 warga sudah mengungsi.

Petugas Pusdalops-PB di Kabupaten Banjar, Norhasanahnya membeberkan angka tersebut merupakan jumlah korban terdampak banjir dari Kecamatan Sungai Tabuk dan Gambut. “Di Gambut (pengungsi, red) ada sebanyak 71 KK, 120 jiwa dan 12 balita. Sedangkan di Sungai Tabuk ada 17 KK, 57 jiwa dan 3 balita,” bebernya mewakili Plt Kalak BPBD Banjar, Agus Siswanto.

Untuk di Kecamatan Sungai Tabuk, kata Norhasanah, warga yang mengungsi akibat luapan Sungai Martapura ini dari dua desa. Desa Keramat dan Pejambuan. “Mereka (warga Sungai Tabuk) mengungsinya di dua lokasi. Posko BPK Keramat, dan salah satu bangunan di Desa Pejambuan,” ujarnya.

Sedangkan korban banjir di Kecamatan Gambut, tersebar di Gedung Pemuda dan Pasar Gambut Baru di Jalan A Yani Km 14. Mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya, karena genangan banjir sudah masuk rumah.

Pemkab Banjar sudah menyalurkan bantuan untuk warga yang mengungsi. Termasuk 377 pemilik rumah korban banjir di Kecamatan Gambut sudah menerima bantuan paket sembako dari Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar. Termasuk juga warga yang ditampung di lokasi pengungsian.


Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Gambut, Erma Maulida mengakui telah menerima distribusi 50 paket sembako untuk korban banjir dari Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar. "Juga selimut, sarung, peralatan mandi, handuk, pembalut wanita, terpal, pampers balita, dan lain-lain. Bantuan diberikan pada pengungsi dan yang terdampak banjir yang parah," ujar Erma.

Lurah Gambut, Akhmad Syaukani menuturkan warganya mengungsi di tiga lokasi. Untuk di Gedung Pemuda, ada sebanyak 12 KK. Sedangkan di Pasar Gambut Baru ada 5 KK. “Selain itu, juga ada 16 KK yang mengungsi di rumah kerabat,” terangnya.

Berdasarkan data update terakhir Rabu (22/1), sebenarnya ada 399 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kecamatan Gambut. Akhmad Syaukani mengungkapkan dari belasan RT yang terdampak, paling parah adalah RT 18, 19 dan RT 20 dengan ketinggian banjir lebih dari 60 sentimeter.

Akibat banjir ini, beberapa pengungsi hanya membawa barang seadanya. Mereka membutuhkan selimut, alas tidur, dan makanan. “Kami sudah melakukan pendataan terhadap pengungsi yang terdampak ke BPBD Kabupaten Banjar. Jadi semua yang terdata sebagai pengungsi kami prioritaskan,” bebernya.

Selain mengharapkan bantuan logistik dari BPBD Kabupaten Banjar, pihak Kelurahan Gambut juga sudah mendapat bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. “Kalau dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar belum ada tindakan sampai sekarang,” ungkapnya.

Saat ini, katanya, beberapa warga sekitar masih ada yang memilih bertahan di rumahnya. “Memang di bawah dari 50 sentimeter, masih ada yang bertahan di rumah. Tapi, jika hujan masih terjadi, kemungkinan pengungsi bertambah,” katanya.

Camat Gambut, Akhmad Fauzan menyampaikan bahwa data yang terdampak banjir sampai saat ini masih Kelurahan Gambut. Sedangkan desa dan kelurahan lain, belum sama sekali memberikan laporan perkembangan atas kondisi ini. (*)

Editor : Indra Zakaria