MENANGGULANGI krisis sampah, Pemko Banjarmasin menguji coba alat separator sampah anorganik dan organik (ASSANO) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Senin (7/4). "Tadi pagi kita lakukan uji coba dengan alat yang baru didatangkan. Kita ingin melihat seberapa optimal kemampuannya dalam memilah sampah," ujar Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin usai memantau uji coba.
Dalam uji coba selama satu jam itu, mesin ASSANO mampu memilah sampah dari satu truk berisi dua ton sampah dalam kurun waktu 60 menit.
Alhamdulillah lancar. Dari estimasi kami, dalam satu jam sekitar 1 sampai 1,5 ton sampah bisa dipilah," jelasnya. Diterangkannya, pemilahan menghasilkan beberapa jenis sampah, seperti material mirip bubur yang bisa diolah menjadi kompos, sampah plastik, hingga residu.
Jika pemilahan ini sukses, maka jumlah sampah yang dikirim ke TPA Banjarbakula di Banjarbaru bisa ditekan. "Dengan pemilahan, sampah yang dikirim ke TPA tidak terlalu besar lagi. Mungkin hanya sekitar 150 sampai 200 ton per hari yang perlu dikirim ke Banjarbakula," terangnya.
ASSANO adalah mesin yang dirancang khusus untuk memisahkan sampah berdasarkan massa jenis. Teknologi ini menggunakan metode separasi dengan gaya sentrifugal yang digerakkan dinamo listrik atau mesin diesel. Mesin ini dirancang untuk mempercepat proses daur ulang dan meminimalisasi volume sampah residu. (*)
Editor : Indra Zakaria