Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Petaka di Pabrik Biji Besi: PT Sebuku Feroaloy Perkasa Terbakar, Tujuh Karyawan Jadi Korban

Redaksi Prokal • 2026-01-15 10:47:40
TERBAKAR: Saat terjadinya kebakaran di PT SFP di Pulau Sebuku Kotabaru. Foto: Grup Whatsapp
TERBAKAR: Saat terjadinya kebakaran di PT SFP di Pulau Sebuku Kotabaru. Foto: Grup Whatsapp

KOTABARU – Insiden kebakaran hebat melanda pabrik pemurnian bijih besi milik PT Sebuku Feroaloy Perkasa (SFP) di Kecamatan Pulau Sebuku pada Senin (12/1/2026). Selain menghanguskan fasilitas produksi, peristiwa tragis ini juga menyebabkan tujuh orang karyawan menjadi korban luka-luka.

Kondisi para pekerja yang terdampak dilaporkan cukup memprihatinkan. Berdasarkan data terkini, dua orang karyawan mengalami luka berat dan harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk perawatan intensif, sementara lima orang rekan lainnya menderita luka ringan.

Merespons jatuhnya korban jiwa dalam kecelakaan kerja ini, jajaran Sat Reskrim Polres Kotabaru bersama Polsek Pulau Sebuku langsung bergerak cepat melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Garis polisi telah dipasang untuk mensterilkan area pabrik guna kepentingan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Kotabaru melalui Kasat Reskrim AKP Shoqif Fabrian Yuwindayasa menyatakan bahwa tim penyidik saat ini tengah bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Polisi memfokuskan penyelidikan pada pencarian titik api pertama serta mengungkap apakah insiden ini murni musibah atau terdapat unsur kelalaian prosedur keamanan kerja (K3).

“Benar, ada tujuh korban terdampak. Kami sudah mendatangi lokasi, melakukan pengamanan, dan memulai olah TKP. Saat ini tim sedang bekerja dalam proses penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran,” tegas AKP Shoqif pada Rabu (14/1/2026).

Selain olah TKP, pihak kepolisian juga berencana melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk manajemen perusahaan dan pekerja yang berada di lokasi saat api pertama kali muncul. Penyelidikan mendalam ini diharapkan dapat mengungkap fakta di balik jerit kesakitan para pekerja di tengah kobaran api tersebut.

Pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait estimasi kerugian materiil maupun keberlanjutan operasional pabrik pasca-kebakaran besar ini. (*)

Editor : Indra Zakaria