Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Banjir Rob di Pesisir Kalimantan Selatan, BMKG Prediksi Pasang Air Laut Capai 2,8 Meter

Redaksi Prokal • 2026-01-19 12:15:00
Banjir rob yang menggenangi pemukiman Warga Kelurahan Kertak Hanyar, Banjarmasin beberapa waktu lalu (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
Banjir rob yang menggenangi pemukiman Warga Kelurahan Kertak Hanyar, Banjarmasin beberapa waktu lalu (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

PROKAL.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Fenomena alam ini dipicu oleh fase bulan baru yang jatuh pada 18 Januari 2026, di mana gravitasi bulan menyebabkan peningkatan ketinggian pasang air laut mencapai titik maksimumnya di beberapa titik strategis perairan Kalsel.

Forecaster Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rianita Sekar, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan data permukaan air, dua wilayah utama yang menjadi fokus perhatian adalah Muara Sungai Barito dan perairan Kotabaru. Fenomena fase bulan baru ini secara langsung memengaruhi daya dorong pasang laut ke daratan, sehingga wilayah pesisir harus bersiap menghadapi luapan air laut yang dapat merendam kawasan pemukiman maupun infrastruktur vital.

Untuk wilayah perairan Muara Sungai Barito, puncak pasang diprediksi akan berlangsung mulai 17 hingga 21 Januari 2026. Ketinggian pasang di kawasan ini diperkirakan menembus angka 2,5 meter, yang umumnya terjadi pada malam hari antara pukul 19.00 hingga 22.00 WITA. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Barito karena air bisa meluap dengan cepat ke daratan rendah.

Sementara itu, wilayah perairan Kotabaru serta pesisir Tanah Laut dan Tanah Bumbu diprediksi akan mengalami dampak yang lebih signifikan dengan ketinggian pasang maksimum mencapai 2,8 meter. Di wilayah-wilayah ini, periode pasang diprakirakan lebih panjang, yakni berlangsung dari 17 hingga 24 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk waspada terutama pada sore hingga malam hari, tepatnya antara pukul 17.00 hingga 21.00 WITA, saat air laut mulai merangkak naik ke titik tertingginya.

BMKG mengingatkan bahwa banjir rob ini berisiko menghambat berbagai sendi ekonomi di kawasan pesisir, mulai dari gangguan aktivitas bongkar muat di pelabuhan hingga dampak pada sektor perikanan darat dan transportasi air. Masyarakat diminta untuk segera melakukan langkah antisipasi, seperti mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan terus memantau kanal informasi resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan kondisi cuaca serta pasang surut secara berkala.(*)

Editor : Indra Zakaria