Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pesona Kerbau Rawa Awang Landas: Harta Karun Tersembunyi di Lahan Basah Hulu Sungai Tengah

Redaksi Prokal • 2026-01-29 15:30:00
JINAK: Kerbau rawa di Dusun Awang Lanadas, Desa Sungai Buluh, HST. (FOTO: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN).
JINAK: Kerbau rawa di Dusun Awang Lanadas, Desa Sungai Buluh, HST. (FOTO: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN).

 

PROKAL.CO- Selama ini, masyarakat luas mungkin lebih mengenal Kecamatan Paminggir di Hulu Sungai Utara sebagai rumah bagi kerbau rawa. Namun, tahulah pian bahwa Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga memiliki mutiara serupa yang tak kalah menawan. Tersembunyi di Dusun Awang Landas, Desa Sungai Buluh, keberadaan kerbau rawa telah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat yang tinggal di hamparan lahan basah nan luas. Hewan ikonik ini bukan sekadar komoditas ternak, melainkan bagian dari identitas dan penopang ekonomi warga yang mampu bertahan di tengah kepungan air.

Berbeda dengan kerbau darat atau sapi pada umumnya, kerbau rawa Awang Landas memiliki karakteristik unik yang memungkinkannya beradaptasi sempurna dengan lingkungan berlumpur. Hamdi, seorang warga setempat, menceritakan bagaimana hewan-hewan ini menghabiskan waktu dengan berkubang, berenang, dan mencari pakan di area berair yang dalam. Secara fisik, mereka memiliki tubuh yang kekar, kulit tebal berwarna gelap, serta tanduk melengkung ke belakang yang menjadi ciri khasnya. Kebiasaan berendam ini bukan tanpa alasan, melainkan cara alami bagi sang kerbau untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil di tengah cuaca panas Kalimantan yang terik.

Dalam kacamata ekonomi, kerbau rawa merupakan "tabungan hidup" yang sangat diandalkan oleh warga dusun. Sebagai aset keluarga yang sangat berharga, ternak ini sering kali menjadi tumpuan utama ketika muncul kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan anak atau biaya pengobatan. Kemampuannya bertahan hidup di kawasan gambut menjadikan kerbau rawa sebagai salah satu hewan ternak paling tangguh yang ada di nusantara, serupa dengan kerbau rawa Pampangan di Sumatera Selatan yang juga dikenal sebagai spesies khas lahan basah.

Namun, di balik perannya yang krusial, kelestarian kerbau rawa di Hulu Sungai Tengah kini mulai menghadapi tantangan nyata. Alih fungsi lahan rawa yang semakin masif mengakibatkan area pakan alami bagi ternak-ternak ini kian menyusut. Masyarakat Awang Landas menaruh harapan besar agar pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap isu lingkungan ini. Penjagaan ekosistem rawa bukan hanya soal melindungi alam, tetapi juga tentang mempertahankan warisan peternakan tradisional yang telah turun-temurun menghidupi masyarakat Hulu Sungai Tengah. (*)

Editor : Indra Zakaria