MARTAPURA – Keceriaan rombongan wisatawan asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, seketika berubah menjadi suasana mencekam di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Sabtu (7/2/2026) malam. Sebuah bus yang membawa belasan penumpang terjun bebas ke dalam jurang saat sedang menurunkan penumpang di area paralayang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 WITA ini bermula ketika bus dalam posisi terparkir di jalur yang dikenal memiliki tanjakan sangat curam. Saat proses menurunkan penumpang berlangsung, bus tiba-tiba bergerak mundur tanpa kendali. Dugaan sementara, tuas rem tangan yang sudah ditarik tidak mampu menahan beban kendaraan di medan yang terjal, hingga bus meluncur tak terkendali ke arah jurang di sisi kiri jalan.
"Dugaan awal, rem tangan tidak kuat menahan posisi bus saat parkir di tanjakan tersebut," ungkap M. Kasyaf R, Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarpras DPKP Kabupaten Banjar, Minggu (8/2/2026) pagi.
Saat kejadian, masih terdapat enam orang penumpang di dalam kabin bus. Keenamnya menjadi korban saat bus terguling dan terperosok ke dasar jurang. Empat korban segera dievakuasi ke RS Permata Husada Banjarbaru, sementara dua korban lainnya yang mengalami luka lebih serius dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk penanganan medis lanjutan.
Proses evakuasi yang dimulai pukul 20.00 WITA berlangsung cukup dramatis. Tim gabungan dari Polres Banjar, DPKP, BPBD, hingga relawan dari Martapura dan Banjarbaru harus berjibaku dengan medan berbatu yang terjal serta minimnya penerangan. Petugas terpaksa membuka akses evakuasi secara manual untuk mengeluarkan para korban dari badan bus yang sudah ringsek.
Butuh waktu lebih dari dua jam bagi tim gabungan untuk menarik bangkai minibus tersebut dari dasar jurang dengan bantuan unit rantis Polres Banjar. Kendaraan akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 22.15 WITA. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tunggal tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria