Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kondisi Darurat: Gedung Perpustakaan Banjarmasin Miring, Layanan Segera Direlokasi

Redaksi Prokal • 2026-02-16 12:45:00
KIAN MIRING: Kondisi luar Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin di Jalan Kapten Pierre Tendean sekilas terlihat masih bagus. (Foto:Endang Syarifuddin/Radar banjarmasin)
KIAN MIRING: Kondisi luar Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin di Jalan Kapten Pierre Tendean sekilas terlihat masih bagus. (Foto:Endang Syarifuddin/Radar banjarmasin)

BANJARMASIN — Kondisi Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin yang terletak di kawasan ikonik Jalan Pierre Tendean kini berada dalam status mengkhawatirkan. Bangunan bersejarah yang telah berdiri puluhan tahun tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat dengan tingkat kerusakan teknis mencapai 53,05 persen, yang mengancam keselamatan pengunjung maupun koleksi buku di dalamnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banjarmasin, Ikhsan Al Haq, mengungkapkan bahwa gejala kerusakan sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak dua tahun terakhir. Namun, belakangan ini kondisi struktur bangunan semakin memburuk; lantai mulai miring secara signifikan dan bangunan terasa bergoyang. Ketidakstabilan struktur ini bahkan membuat pintu-pintu gedung tidak lagi bisa ditutup karena posisi bangunan yang sudah tidak presisi atau tidak siku lagi.

Berdasarkan hasil analisis teknis pada 26 Januari 2026, penurunan struktur ini dipicu oleh beban ribuan buku yang menekan fondasi secara terus-menerus selama 24 jam. Selain beban muatan, posisi gedung yang berada tepat di tepi sungai mengakibatkan fondasi kayu tergerus arus, ditambah getaran kendaraan dari jalan utama yang mempercepat pelemahan bangunan. Gedung ini sendiri merupakan rumah tipe Bangun Gudang khas Banjar yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya karena usianya yang telah melampaui setengah abad.

Menyikapi situasi tersebut, Dispersip Banjarmasin tengah menyiapkan langkah relokasi sementara layanan perpustakaan guna menjamin keselamatan publik. Rencananya, pelayanan akan dipindahkan ke gedung pemerintah lain atau menyewa ruko agar aktivitas literasi masyarakat tetap berjalan. Terkait bangunan asli, Ikhsan berharap akan ada rehabilitasi berat yang memperkuat fondasi dengan beton tanpa menghilangkan nilai estetika dan keaslian arsitektur klasik Banjar sebagai cagar budaya.

Dukungan untuk pengosongan gedung juga datang dari legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Ridho, menegaskan bahwa kondisi gedung sudah masuk kategori darurat dan tidak boleh ada kompromi soal keselamatan. Ia mendesak Dispersip untuk segera mensterilkan area dan mengevakuasi seluruh koleksi buku sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. DPRD berkomitmen untuk mengawal proses audit teknis serta penganggaran agar penanganan gedung bersejarah ini dapat dilakukan secara komprehensif tanpa mengabaikan faktor keamanan warga. (*)

Editor : Indra Zakaria