BANJARMASIN – Masalah kabel fiber optik yang saling tumpang tindih dan merusak estetika Kota Banjarmasin akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kini tengah melelang proyek penyusunan master plan penataan infrastruktur fiber optik dengan alokasi anggaran mencapai Rp400 juta.
Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, menjelaskan bahwa proses tender saat ini sedang berjalan dan ditargetkan akan menandatangani kontrak pemenang pada Maret mendatang. Dokumen master plan ini nantinya akan menjadi kitab suci teknis untuk menentukan wilayah mana saja yang akan menerapkan sistem ducting (tanam kabel bawah tanah) atau sekadar optimalisasi tiang bersama.
“Pengerjaannya diperkirakan memakan waktu lima sampai enam bulan. Kita harus mengkaji kelayakan di lapangan, apakah memungkinkan ditanam atau cukup dengan penataan tiang agar tidak ada lagi pemandangan kabel yang semrawut,” jelas Windi, Senin (16/2).
Langkah ini juga menjadi ajang "bersih-bersih" legalitas provider. Windi mengungkapkan bahwa secara nasional, banyak penyedia layanan memiliki izin operasional namun abai terhadap izin pemasangan jaringan fisik. Ke depan, Pemko Banjarmasin hanya akan memfasilitasi provider yang patuh pada seluruh aturan perizinan untuk masuk dalam sistem jaringan yang telah ditata.
Dukungan penuh datang dari legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, menekankan bahwa penataan ini mendesak dilakukan bukan hanya soal keindahan kota, melainkan faktor keselamatan masyarakat. Kabel yang bergelantungan rendah berisiko menjerat pengguna jalan hingga memicu korsleting listrik.
“Bisa jadi banyak kabel yang sudah tidak berfungsi tapi tetap dibiarkan menggantung. Penataan ini sekaligus bisa menyaring mana kabel yang masih aktif dan mana yang sampah visual,” ujar politisi PKB tersebut.
DPRD mendorong agar pemko tidak hanya sekadar merapikan, tetapi benar-benar membangun sistem utilitas terpadu yang berkelanjutan. Harapannya, melalui perencanaan yang matang ini, Banjarmasin tidak hanya tampil lebih rapi dan aman, tetapi juga memiliki infrastruktur digital yang tertib bagi seluruh warga.(*)
Editor : Indra Zakaria