BANJARBARU – Kabar kurang sedap datang dari data kebencanaan di Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2025. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat adanya kenaikan angka kebakaran yang mencapai 704 kejadian di 13 kabupaten/kota, melampaui angka tahun sebelumnya yang berada di angka 693 kasus.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Kalsel, Maulana Fatahillah, mengungkapkan bahwa meski kenaikannya terlihat tipis, tren ini tetap menjadi sinyal peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan rekapitulasi data, Kota Banjarmasin menduduki peringkat pertama sebagai wilayah dengan tingkat kebakaran paling membara.
“Untuk kejadian kebakaran di 13 kabupaten/kota terjadi kenaikan tipis dari 693 kejadian pada 2024 menjadi 704 kejadian pada 2025,” ujar Maulana saat ditemui pada Selasa (24/2).
Namun, lonjakan yang paling mengejutkan justru datang dari sektor penyelamatan atau rescue. Tugas personel pemadam kini tidak lagi hanya berkutat dengan api, melainkan merambah ke berbagai aksi darurat di tengah masyarakat. Sepanjang 2025, tercatat ada 6.043 kejadian penyelamatan, angka yang meroket hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
“Peningkatan paling signifikan terjadi pada kegiatan penyelamatan. Ini menunjukkan tugas Damkar tidak hanya pemadaman kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan di masyarakat,” jelas Maulana.
Dalam urusan penyelamatan ini, Kabupaten Banjar menjadi yang tersibuk dengan menangani 1.347 kejadian, disusul ketat oleh Kota Banjarmasin. Menurut Maulana, tingginya angka laporan penyelamatan ini sebenarnya memiliki sisi positif, yakni meningkatnya kepercayaan warga untuk mengadu ke petugas saat berada dalam kondisi terjepit atau darurat.
Menutup keterangannya, Maulana mengimbau agar warga tetap waspada terhadap segala risiko teknis yang bisa memicu si jago merah, sembari memastikan personelnya selalu dalam kondisi siap siaga 24 jam.
“Kami terus mengoptimalkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian maupun faktor teknis,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria