BANJARMASIN – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, antusiasme masyarakat Kalimantan Selatan untuk pulang kampung mulai memuncak. Hingga 13 Ramadan 1447 Hijriah, penjualan tiket kapal laut untuk arus mudik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dilaporkan telah menembus angka lebih dari 50 persen. Kondisi ini membuat sejumlah jadwal keberangkatan favorit mulai terisi penuh.
Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin, Anton Wahyudi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuka kuota tiket secara bertahap sejak H-30 Idulfitri. Jika sebelumnya baru dibuka separuh, per hari ini PT DLU telah melepas seluruh sisa kuota tiket hingga 100 persen untuk melayani pemudik.
“Sekarang, kuota sudah terpenuhi 50 persen lebih. Jadi, bagi masyarakat yang ingin berangkat mudik menggunakan kapal laut, kami imbau segera membeli tiket di konter resmi atau melalui aplikasi DLUferry agar tidak kehabisan,” ujar Anton.
Terkait harga, Anton menjelaskan tidak ada kenaikan tarif secara mendadak, namun skema harga tetap mengikuti dinamika tanggal keberangkatan. Semakin mendekati hari raya, harga tiket akan cenderung lebih mahal dibandingkan keberangkatan jauh-jauh hari. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT DLU telah menyiapkan dua kapal reguler, yakni KM Dharma Kartika 2 dan KM Rucita 1, serta satu unit kapal tambahan yakni KM Dharma Kartika 5.
Di sisi lain, masyarakat diminta waspada terhadap maraknya modus penipuan penjualan tiket di media sosial. Anton menegaskan bahwa PT DLU tidak pernah melayani transaksi melalui transfer pribadi ke rekening tertentu.
"Penjualan tiket resmi hanya melalui aplikasi DLUferry dan kantor cabang. Semua pembayaran menggunakan virtual account, jadi jangan mudah percaya jika ada yang meminta transfer langsung," tambah Anton.
Lonjakan arus mudik diperkirakan akan terus meningkat hingga puncaknya pada H-7 Lebaran. Para calon penumpang diingatkan untuk memastikan data diri sesuai dengan identitas saat melakukan pemesanan tiket demi kelancaran proses administrasi di pelabuhan.(*)
Editor : Indra Zakaria