Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tren Kasus HIV/AIDS di Hulu Sungai Utara Menurun, Kelompok LSL Jadi Fokus Utama Pencegahan

Redaksi Prokal • 2026-03-04 10:30:00

Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

AMUNTAI – Kabar positif datang dari sektor kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) HSU, angka kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir, yakni dari 28 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025.

Meskipun secara angka mengalami penurunan, otoritas kesehatan setempat tetap memasang alarm waspada. Hal ini dikarenakan pola penularan masih didominasi oleh populasi berisiko tinggi. Tercatat, sebanyak 14 dari 23 kasus yang ditemukan pada tahun 2025 berasal dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL), yang kini menjadi kelompok dengan risiko penularan tertinggi di HSU.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes HSU, Fajeri, M.PH, menjelaskan bahwa intervensi pencegahan kini semakin dipertajam. Mengingat hubungan sesama jenis menjadi pola penularan utama, pihak Dinkes bersama puskesmas rutin melakukan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan reproduksi, baik di lingkungan sekolah maupun langsung kepada kelompok kunci.

"Kelompok LSL masih menjadi populasi kunci dengan risiko penularan tertinggi. Karena itu, intervensi kami fokuskan pada edukasi perilaku hidup sehat, pemeriksaan dini, serta pendampingan intensif bagi mereka yang terdeteksi positif," ujar Fajeri.

Selain memperluas layanan deteksi dini di fasilitas kesehatan tingkat pertama agar kasus dapat ditemukan lebih awal, Dinkes HSU juga memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) khusus. Bagi mereka yang dinyatakan positif, sosialisasi ditekankan pada penggunaan alat kontrasepsi guna memutus rantai penularan. Sementara itu, sebuah agenda besar berupa sosialisasi massal secara resmi telah direncanakan akan digelar pada tahun 2027 dengan mengundang kelompok LSL di seluruh penjuru HSU.

Fajeri juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menghapus stigma negatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, dukungan lingkungan sangat krusial agar mereka yang berisiko tidak takut untuk memeriksakan diri dan menjalani terapi secara rutin. Dinkes HSU menargetkan agar tren penurunan ini terus berlanjut melalui perluasan cakupan skrining hingga ke lapisan masyarakat yang paling rentan. (*)

Editor : Indra Zakaria