Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dinkes Banjarbaru Temukan Dua Kasus Positif Campak dari Puluhan Laporan Suspek

Redaksi Prokal • 2026-03-10 07:45:00

ilustrasi campak
ilustrasi campak

 

BANJARBARU- Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru melaporkan adanya 53 kasus suspek campak yang terdeteksi melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) selama delapan minggu pertama tahun 2026. Dari puluhan laporan tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa mayoritas kasus dinyatakan negatif, namun tetap ditemukan adanya kasus positif yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr. Siti Ningsih, merincikan bahwa dari total laporan yang masuk, sebanyak 24 kasus dipastikan negatif campak maupun rubella. Sementara itu, tercatat satu kasus terkonfirmasi positif rubella dan dua kasus positif campak. Sisanya, beberapa sampel masih menunggu hasil laboratorium dan sebagian lainnya merupakan kasus tanpa sampel pemeriksaan.

Pihak Dinas Kesehatan juga telah melakukan investigasi epidemiologi lanjutan untuk melacak rantai penularan. Berdasarkan hasil investigasi tersebut, ditemukan bahwa kasus positif yang ada tidak memiliki hubungan penularan langsung antara satu pasien dengan pasien lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa kasus yang muncul bersifat sporadis dan belum membentuk pola penularan kelompok yang terpusat.

Penyakit campak yang disebabkan oleh virus measles ini memang dikenal sangat menular dengan gejala khas berupa demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah yang diikuti munculnya ruam kemerahan pada kulit. Penanganan bagi penderita sejauh ini dilakukan melalui terapi suportif, seperti pemenuhan nutrisi dan cairan yang cukup, pemberian vitamin A, serta konsumsi obat penurun panas untuk meringankan gejala yang dirasakan pasien.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Dinas Kesehatan Banjarbaru menekankan pentingnya pemberian imunisasi Campak-Rubela (MR) secara lengkap sesuai jadwal imunisasi nasional. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap proaktif dalam melaporkan gejala suspek dan memastikan anak-anak mereka mendapatkan perlindungan imunisasi guna memutus mata rantai penyebaran virus di lingkungan sekitar.(*)

Editor : Indra Zakaria