Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kasus DBD di Tanah Bumbu Meningkat, Warga Diminta Gencarkan Gerakan 3M Plus

Redaksi Prokal • 2026-03-10 08:15:00

FOGGING: Dinkes Tanbu kerahkan petugas melakukan fogging di permukiman warga untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab kasus DBD di Tanah Bumbu. (Dinkes Tanah Bumbu untuk Radar Banjarmasin)
FOGGING: Dinkes Tanbu kerahkan petugas melakukan fogging di permukiman warga untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab kasus DBD di Tanah Bumbu. (Dinkes Tanah Bumbu untuk Radar Banjarmasin)

 

TANAH BUMBU- Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan grafik peningkatan pada awal tahun 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya kenaikan jumlah penderita dari tujuh kasus pada Januari menjadi 12 kasus sepanjang Februari 2026. Kondisi ini memicu peringatan dini bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Andi Arman Rikki, menekankan bahwa pencegahan yang paling efektif dan mendasar bukanlah melalui pengasapan atau fogging, melainkan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan skema 3M Plus. Langkah ini dianggap paling ampuh dalam memutus siklus hidup nyamuk sejak fase jentik, terutama di area pemukiman yang memiliki banyak tempat penampungan air.

Gerakan 3M Plus ini meliputi aktivitas menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, menutup rapat wadah air seperti tandon dan drum, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Nyamuk penyebab DBD diketahui sangat menyukai air bersih yang tenang, seperti di dalam bak mandi, ember, hingga genangan air pada ban bekas, kaleng, maupun botol yang tergeletak di sekitar halaman rumah.

Selain tindakan fisik tersebut, masyarakat juga diimbau untuk menimbun genangan air di sekitar lingkungan tempat tinggal agar tidak menjadi sarang nyamuk baru. Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama guna menekan angka kasus DBD agar tidak terus melonjak di bulan-bulan berikutnya, mengingat kondisi cuaca yang masih sering memicu timbulnya genangan air hujan. (*)

Editor : Indra Zakaria