PROKAL.CO- Pemerintah Kabupaten Tabalong memprediksi akan terjadi lonjakan angka inflasi pada bulan Maret ini. Fenomena tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni kenaikan harga bahan pokok penting (Bapokting) menjelang Hari Raya Idulfitri serta kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM non-subsidi per 1 Maret lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tabalong, Hamida Munawarah, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tabalong, Rabu (11/3/2026). Menurutnya, tekanan inflasi kali ini cukup berat karena akumulasi dari berbagai sektor.
"Maret ini inflasi naik lagi karena hari raya. Selain harga emas yang masih tinggi, harga BBM juga sudah naik sejak awal bulan tadi," jelas Hamida saat menyampaikan hasil pantauan terkini TPID.
Berdasarkan data di lapangan, sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik, di antaranya bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga beras. Hamida mengungkapkan bahwa untuk faktor inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga emas dan kebijakan BBM, Pemerintah Kabupaten Tabalong memiliki keterbatasan untuk melakukan intervensi langsung.
"Kami hanya bisa pasrah untuk variabel yang di luar kendali daerah seperti emas dan BBM," cetusnya.
Kendati demikian, TPID tetap berupaya menjaga stabilitas harga di sektor lain. Hamida mensyukuri bahwa angka inflasi di Tabalong masih dapat diredam berkat ketersediaan dan serapan produk pertanian lokal yang cukup kuat di pasaran. Melimpahnya hasil bumi dari petani lokal diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tengah kenaikan harga komoditas yang didatangkan dari luar daerah. (*)
Editor : Indra Zakaria