PANGKALAN BUN - Kecelakaan bus Yessoe di Desa Penopa, Kabupaten Lamandau sudah ditangani kepolisian. Namun kecelakaan tunggal yang merenggut 3 nyawa dan melukai sejumlah penumpang itu masih meninggalkan cerita berbeda. Mengingat berbagai pertanyaan masih menjadi misteri dari masyarakat. Berkaitan dengan sopir yang ugal-ugalan saat menyetir bus serta dugaan sopirnya yang kabur setelah kejadian.
Komisaris PT Yessoe Evy Susiana membantah kabar yang menyebutkan sopir bus yang mengalami kecelakaan itu melarikan diri. Justru kedua sopir bus naas dan satu kernetnya ikut memberikan bantuan kepada para korban. Namun yang diterima di luar dugaan. Para awak bus malah mendapatkan serangan dan pukulan dari para korban sehingga membuat mereka ketakutan. Dari serangan para penumpang membuat ketiga awak bus itu menyelamatkan diri dengan masuk ke rumah penduduk tak jauh dari lokasi kejadian.
"Kedua sopir dan kernet kami kabur menyelamatkan diri ke salah satu desa terdekat. Mereka ketakutan dan menyelamatkan diri dari amukan para penumpang," kata Evy, kemarin.
Apalagi kondisi pada saat itu sangat panas dan tidak ada warga ataupun petugas yang membantu sehingga situasi saat itu tidak kondusif. Sampai beberapa jam kemudian akhirnya mereka bisa meminta bantuan salah satu warga yang dikenal oleh ketiga awak bus. Mereka baru diantar ke Polres Lamandau untuk menyelamatkan diri.
"Kami sendiri akan tetap membantu proses hukum bagi sopir yang saat itu sedang mengendarai bus. Kalau untuk sopir terkait narkoba kami pastikan akan dipecat," ujarnya.
Dengan kejadian ini ke depan, manajemen Yessoe akan terus membenahi para sopir agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Terkait adanya sopir yang kedapatan membawa narkoba tentunya akan ada tindakan tegas agar di kemudian hari tidak terulang lagi. (son/ens)
Editor : izak-Indra Zakaria