Kecelakaan lalu lintas di Kalteng yang memakan korban jiwa terus terjadi dan seakan tak pernah turun. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya kecelakaan di Kalteng. Mulai dari jalan rusak, human error dan banyak hal lainnya.
Terbaru, ada dua kejadian ditempat berbeda yang mengakibatkan korban jiwa. Pertama kejadian di kawasan Jembatan Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kamis (12/12) malam, dihebohkan dengan seorang pengendara sepeda motor yang terkapar di aspal jalan. Adapun sepeda motornya terjepit di bagian belakang sebelah kanan truk. Informasi dihimpun Radar Sampit, korban tewas di tempat. Korban bernama MAA (32), warga Kota Palangka Raya yang berprofesi sebagai guru di SMPN 3 Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau.
”Posisi korban saat pertama kali saya lihat sudah dalam keadaan tidak bergerak sama sekali. Darah korban begitu banyak yang keluar,” ucap Nardi, pengendara yang sempat melintas di lokasi kejadian. Menurut Nardi, truk yang ditabrak korban dalam keadaan mogok, sehingga terpaksa terparkir lajur jalan. ”Selain faktor truk yang terhenti di tempat yang salah, kemungkinan korban kurang awas pada malam hari menjadi salah satu penyebabnya,” kata Nardi.
Sementara di Kotim, seorang pelajar SMK asal Kabupaten Katingan, A (16), tewas setelah terlibat kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut, Desa Jemaras, Kabupaten Kotim, Jumat (13/12) siang. Kepala Desa Jemaras Heru mengatakan, peristiwa bermula saat korban meluncur dari arah Sampit menuju Palangka Raya.
”Saat tiba di lokasi, diduga kuat motor korban (A) terserempet truk CPO,” kata Heru. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak darah segar membasahi aspal di lokasi kejadian. Korban tewas seketika dalam insiden maut tersebut. Warga setempat langsung geger. Jasad pemuda malang tersebut kemudian ditutupi menggunakan daun pisang. Kapolsek Cempaga Iptu M Rochim telah membenarkan kecelakaan yang terjadi di wilayah hukumnya itu. Kejadian itu masih dalam pengusutan pihaknya. (*)
Editor : Indra Zakaria