Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Video Penganiayaan Pelajar Viral di Palangka Raya, Banyak yang Mengecam

Indra Zakaria • 2025-03-01 14:00:00
Ilustrasi pemukulan
Ilustrasi pemukulan

Dunia Pendidikan di Kota Palangka Raya digegerkan dengan viralnya sebuah video berdurasi 1 menit 15 detik yang memperlihatkan aksi kekerasan seorang pelajar SMP terhadap teman satu sekolahnya. Tanpa bisa melawan, korban menjadi samsak hidup pelaku.

Dari video yang beredar, pelaku beberapa kali melayangkan pukulan kepada korban. Pukulan mendarat di kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Korban yang tersungkur masih terus dihajar secara brutal dengan tendangan hingga pukulan.

Korban hanya bisa merintih kesakitan. Usai melakukan pemukulan, pelaku terlihat puas dan berpose di depan korbannya. Kejadian tersebut membuat korban trauma. Kecaman langsung berdatangan begitu video itu menyebar luas. Informasi dihimpun, adegan kekerasan tersebut terjadi di rumah korban saat libur panjang beberapa waktu lalu. Begitu mengetahui kejadian itu, pihak sekolah melakukan mediasi antara orang tua pelaku dan korban, hingga sepakat damai.

Kepala sekolah tempat korban dan pelaku menempuh pendidikan, RR, mengatakan, kesepakatan damai dilakukan pada Rabu (26/2) lalu. Meski demikian, pihaknya memberikan sanksi tegas pada pelaku dengan mengeluarkannya dari sekolah. ”Tindakan tersebut sudah diberikan sanksi dengan dikeluarkan dari sekolah,” katanya, Jumat (28/2). Seorang guru di sekolah tersebut menuturkan, penganiayaan turut disaksikan dua teman pelaku yang merekam adegan brutal tersebut.

”Kejadian itu terjadi di rumah korban, karena kesalahpahaman saat bermain futsal. Pelaku yang tidak terima membawa dua temannya dan menyerang ke rumah korban dengan tujuan memberi pelajaran,” jelas guru tersebut. Menurut sang guru, dua teman pelaku masih dilakukan kaji ulang oleh dewan guru dan pengajar. Rapat kembali dilakukan dan kemungkinan besar dua teman pelaku yang merekam dan menyaksikan turut diberikan sanksi seberat-beratnya, yakni diberhentikan sekolah. ”Kami prihatin atas kejadian ini. Kemungkinan besar perekam dan satu temannya akan turut diberhentikan. Namun, nanti akan disampaikan secara resmi,” katanya. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M Norkim mengatakan, tindakan tegas perlu diambil agar kejadian serupa tidak terulang dan untuk memberikan efek jera.

”Tidak masalah dia di bawah umur, karena kelakuannya merusak generasi penerus kita. Tolong dinas terkait segera tindak lanjuti, usut sampai ke orang tuanya diperiksa, kenapa anak didik seperti itu,” katanya.

Menurutnya, tindakan pelaku sudah di luar batas kewajaran dan melanggar norma serta etika. ”Ini sangat miris. Anak-anak yang seharusnya dididik dengan baik, malah melakukan tindakan yang tidak mencerminkan tata krama. Ini harus ditindaklanjuti sesuai proses hukum. Tidak ada ajaran agama maupun norma kehidupan yang membenarkan kekerasan seperti ini. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Tengah Widya Kumala menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku. Dia juga menyoroti dampak psikologis yang bisa dialami anak-anak akibat viralnya video tersebut.

”Anak bisa mengalami tekanan mental lebih besar. Orang tua seharusnya fokus pada pemulihan kesehatan mental anak, baik korban maupun pelaku, agar kejadian serupa tidak terulang. Kekerasan fisik tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun. Tindakan pemukulan tidak bisa dijadikan solusi dalam menyelesaikan masalah. Anak-anak seharusnya belajar menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih baik,” ujar Kumala. (daq/ign)

Editor : Indra Zakaria