Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Peta Karhutla Kalteng Memerah: Delapan Titik Panas Terdeteksi di Kotim, Warga Diminta Waspada Ekstra

Redaksi Prokal • 2026-01-18 13:45:00
Peta kemudahan tingkat kebakaran di Kalimantan berwarna merah menunjukan status sangat mudah terbakar. (BMKG)
Peta kemudahan tingkat kebakaran di Kalimantan berwarna merah menunjukan status sangat mudah terbakar. (BMKG)

 

SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah kembali meningkat seiring dengan kondisi curah hujan yang belum merata. Berdasarkan pemantauan terbaru dari Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, peta potensi kebakaran saat ini menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori risiko tinggi yang ditandai dengan warna merah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa vegetasi yang kering di berbagai daerah menjadi sangat rentan tersulut api.

Meskipun prognosis cuaca untuk waktu ke depan memperkirakan adanya hujan di sejumlah titik, namun akumulasi curah hujan yang tercatat sejak 18 Januari 2026 pagi dinilai belum cukup untuk meningkatkan kelembapan tanah secara signifikan. Situasi kering ini masih memungkinkan terjadinya kebakaran lahan yang cepat meluas, terutama di area yang memiliki lapisan tanah gambut atau semak belukar yang telah mengering.

Berdasarkan data rekapitulasi titik panas dalam 24 jam terakhir, terdeteksi sebanyak delapan titik panas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebaran titik panas tersebut berada di Kecamatan Antang Kalang yang meliputi Desa Kuluk Telawang dan Desa Sungai Hanya, serta di Kecamatan Telaga Antang yang mencakup Desa Tumbang Puan dan Tumbang Boloi. Titik panas lainnya juga terpantau di Kecamatan Bukit Santuai tepatnya di Desa Tumbang Tawan, serta di Kecamatan Cempaga Hulu di wilayah Desa Tumbang Koling.

Selain sebaran tersebut, pemantauan satelit juga mencatat kepadatan titik panas yang cukup tinggi di Kecamatan Arut Selatan. Citra satelit HIMAWARI-8 memperlihatkan pola awan yang tidak merata di atas langit Kotawaringin Timur dan sekitarnya, yang menandakan bahwa cuaca masih sangat fluktuatif dan berpotensi berubah sewaktu-waktu tanpa membawa intensitas hujan yang cukup untuk membasahi lahan.

Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka, baik untuk pembukaan lahan pertanian maupun aktivitas lainnya. Warga diharapkan turut menjaga lingkungan agar tidak muncul percikan api yang bisa memicu kebakaran besar. Masyarakat juga disarankan untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini guna menghindari risiko bencana kabut asap yang dapat merugikan kesehatan dan lingkungan.(*)

Editor : Indra Zakaria