Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dilema Kilau Emas vs Ketahanan Pangan: Bupati Gunung Mas Soroti Minimnya Minat Menjadi Petani

Redaksi Prokal • 2026-01-20 10:15:00
Bupati Gumas Jaya Samaya Monong ketika menyapa warga yang menggeluti usaha berdagang, belum lama ini. (DISKOMINFO SANTIK GUMAS)
Bupati Gumas Jaya Samaya Monong ketika menyapa warga yang menggeluti usaha berdagang, belum lama ini. (DISKOMINFO SANTIK GUMAS)

 

KUALA KURUN – Sektor pertanian di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kini tengah menghadapi tantangan serius. Minat masyarakat untuk mengolah lahan terus merosot tajam lantaran sebagian besar warga lebih memilih beralih profesi menjadi penambang emas skala mikro demi mengejar penghasilan instan.

Fenomena ini memicu kekhawatiran mendalam bagi Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong. Ia menyayangkan pergeseran minat masyarakat yang mulai meninggalkan komoditas padi, jagung, dan tanaman pangan lainnya hanya karena tergiur oleh hasil cepat dari pertambangan emas.

Menurut Jaya, meskipun hasil tambang terlihat menggiurkan dalam jangka pendek, sektor pertanian sebenarnya menawarkan potensi ekonomi yang jauh lebih berkelanjutan dan menjadi pilar utama ketahanan pangan daerah. Baginya, keengganan warga untuk terjun ke sawah dan ladang bisa menjadi ancaman bagi kemandirian ekonomi Gunung Mas di masa depan.

Guna mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Gumas berkomitmen untuk memperkuat kembali daya tarik sektor pertanian pada periode kedua kepemimpinan Jaya. Berbagai program unggulan seperti smart agro, pembangunan kebun plasma, hingga pembenahan infrastruktur jalan usaha tani terus digenjot agar masyarakat kembali bersemangat menggarap lahan mereka.

Jaya menegaskan bahwa bertani tidak lagi bisa dipandang sebagai pekerjaan tradisional yang melelahkan semata. Dengan sentuhan inovasi dan teknologi, profesi petani justru memiliki prospek cerah dan menjanjikan kesejahteraan yang lebih stabil bagi keluarga.

Melalui berbagai program pendukung, pemerintah daerah berjanji akan terus mendampingi setiap usaha pertanian warga. Jaya juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu menjadi petani modern, seraya menekankan bahwa kedaulatan pangan daerah berada di tangan mereka yang mau mengolah tanah dengan tekun.(*)

Editor : Indra Zakaria