Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lahan Gambut Kobar Membara: Personel BPBD Terbagi Demi Padamkan Titik Api yang Terus Bermunculan

Redaksi Prokal • 2026-01-20 10:30:00
Kebakaran hutan dan lahan di Jalan Ahmad Shaleh ruas jalan penghubung Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (19/1) (BPBD KOBAR)
Kebakaran hutan dan lahan di Jalan Ahmad Shaleh ruas jalan penghubung Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (19/1) (BPBD KOBAR)

 

PANGKALAN BUN – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) harus bekerja ekstra keras menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam dua hari terakhir, titik api terus bermunculan di wilayah Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai, memaksa petugas membagi kekuatan personel di lapangan.

Belum tuntas penanganan di Kilometer 19 Jalan Ahmad Shaleh, Kelurahan Raja Seberang, tim gabungan sudah harus berhadapan dengan titik api baru di Kilometer 8, Kelurahan Mendawai Seberang pada Senin (19/1/2026). Kebakaran di lahan gambut ini melahap area perkebunan kelapa sawit milik warga dengan tipe kebakaran permukaan atas dan bawah yang cukup sulit ditangani.

Personel TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, mengungkapkan bahwa pembagian personel terpaksa dilakukan agar semua titik api bisa tertangani secara paralel. Dengan dukungan dari TNI, Polri, Balakar Huma Singgah Itah, serta Masyarakat Peduli Api (MPA), tim berjibaku di bawah terik matahari hingga sore hari untuk menguasai keadaan.

Berdasarkan data teknis, luas lahan yang hangus terbakar di Kilometer 19 mencapai 1,25 hektare, sementara di Kilometer 8 seluas 0,53 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar, ilalang, hingga pohon kelapa sawit yang sudah produktif. Meski api di Jalan Ahmad Shaleh berhasil dijinakkan menjelang waktu Asar, tim tidak bisa beristirahat karena harus langsung meluncur menuju Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, untuk memadamkan titik api baru lainnya.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, menyatakan bahwa penyebab kebakaran saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Mengingat cuaca panas yang sedang melanda, ia memberikan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.

Pemerintah daerah mengingatkan bahwa dampak karhutla di lahan gambut tidak hanya merusak ekosistem dan ekonomi warga, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang dihasilkan. Kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan kini menjadi satu-satunya cara efektif untuk mencegah meluasnya bencana karhutla di Kotawaringin Barat.(*)

Editor : Indra Zakaria