Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Awal Tahun Diwarnai Banyak Kecelakaan Maut, Satlantas Gelar Doa Tolak Bala

Redaksi Prokal • 2026-01-27 13:45:00
Salah satu pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Kenan Sandan, Baamang, Sampit di bulan Januari 2026 ini. FOTO: DOK/RADAR SAMPIT
Salah satu pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Kenan Sandan, Baamang, Sampit di bulan Januari 2026 ini. FOTO: DOK/RADAR SAMPIT

SAMPIT – Mengawali tahun 2026, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilingkupi duka akibat tingginya angka fatalitas di jalan raya. Hingga 26 Januari 2026, rentetan kecelakaan maut terus menghiasi laporan Kepolisian, tersebar mulai dari wilayah perkotaan seperti Jalan Kenan Sandan, Terowongan Nur Mentaya, hingga jalur padat di Jalan HM Arsyad dan Jenderal Sudirman. Tragedi serupa juga menjalar hingga ke wilayah Kecamatan Cempaga dan Telawang, menciptakan urgensi bagi semua pihak untuk lebih waspada.

Menanggapi situasi yang memprihatinkan ini, Satuan Lalu Lintas Polres Kotim menempuh jalur spiritual dengan menggelar doa tolak bala. Langkah ini diambil dengan harapan besar agar keselamatan senantiasa menyelimuti para pengguna jalan dan tren kecelakaan yang merenggut nyawa warga dapat segera berakhir di wilayah Bumi Habaring Hurung.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasatlantas AKP Hariyanto menegaskan bahwa penyebab maraknya musibah ini bersifat sangat kompleks. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, mayoritas kejadian dipicu oleh kelalaian pengendara itu sendiri. Beberapa di antaranya melibatkan penggunaan narkoba saat berkendara, aksi nekat melakukan standing di jalanan umum, hingga mengabaikan prosedur sederhana seperti menyalakan lampu sein saat hendak berbelok.

Pihak Kepolisian menekankan bahwa konsentrasi penuh adalah harga mati saat mengemudikan kendaraan. AKP Hariyanto mengingatkan agar pengguna jalan tidak memaksakan diri untuk mendahului jika situasi tidak memungkinkan, serta tidak meremehkan kondisi tubuh yang lelah atau mengantuk. Penggunaan alat keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman, serta kelengkapan surat kendaraan tetap menjadi syarat mutlak yang tidak boleh diabaikan demi keselamatan bersama.

Melalui imbauan ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam berkendara. Jika kondisi fisik dirasa sudah tidak fit, sangat disarankan untuk segera berhenti dan beristirahat sejenak. Perjalanan hanya boleh dilanjutkan setelah kondisi pengemudi benar-benar pulih, demi memastikan setiap warga dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat tanpa kurang satu apa pun.

Editor : Indra Zakaria