Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Hanya Tersisa Dua Operator, Inilah Panduan Lengkap Jadwal dan Harga Tiket Bus Palangka Raya–Sampit Terbaru 2026

Redaksi Prokal • 2026-01-27 12:34:27
Ilustrasi Bus Damri.
Ilustrasi Bus Damri.

PALANGKA RAYA – Pilihan transportasi darat yang menghubungkan Palangka Raya dengan Sampit kini semakin terbatas. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Kalimantan Tengah untuk urusan pekerjaan, keluarga, hingga wisata, tercatat hanya tersisa dua perusahaan otobus yang masih aktif melayani trayek tersebut secara reguler. Kondisi ini membuat rincian jadwal dan harga tiket menjadi informasi yang sangat krusial bagi calon penumpang, mengingat rute ini menghubungkan ibu kota provinsi dengan pusat ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur.

DAMRI saat ini masih menjadi tulang punggung transportasi milik negara yang melayani rute ini dengan dua waktu keberangkatan setiap hari. Untuk perjalanan pagi, bus berangkat pada pukul 08.00 WIB menggunakan kelas Eksekutif dengan tarif Rp 250 ribu. Sementara itu, bagi masyarakat yang lebih memilih bepergian pada sore hari, tersedia jadwal pukul 16.00 WIB dengan pilihan kelas yang lebih bervariasi. Penumpang dapat memilih kelas Eksekutif seharga Rp 110 ribu atau naik ke kelas Royal Class dengan harga tiket sebesar Rp 125 ribu.

Di sisi lain, PO Logos hadir sebagai satu-satunya operator swasta yang masih konsisten melayani jalur ini dengan tawaran kelas yang lebih beragam. Pada pagi hari pukul 08.00 WIB, PO Logos menyediakan layanan Suite Class Family seharga Rp 270 ribu bagi mereka yang mengincar kenyamanan ekstra. Layanan sore hari dimulai lebih awal pada pukul 15.30 WIB dengan kelas Bisnis bertarif Rp 140 ribu, diikuti jadwal pukul 17.00 WIB dengan Suite Class Family seharga Rp 220 ribu. Menariknya, PO Logos juga menyediakan opsi kelas Sleeper pada pukul 19.00 WIB bagi penumpang yang ingin beristirahat total sepanjang jalan dengan tarif Rp 295 ribu.

Perjalanan darat yang membentang sejauh kurang lebih 222 kilometer ini biasanya memakan waktu sekitar lima jam dalam kondisi normal. Jalur ini menghubungkan Palangka Raya, sang "Kota Cantik" yang dibangun sejak era Presiden Soekarno, dengan Sampit yang berperan vital sebagai pusat perdagangan di tepi Sungai Mentaya. Mengingat hanya tersisa dua operator yang bertahan, calon penumpang sangat disarankan untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal guna memastikan ketersediaan kursi, terutama saat memasuki akhir pekan atau musim liburan. (*)

Editor : Indra Zakaria