Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Debit Sungai Arut Menyusut Drastis, Warga Keluhkan Sulit Ikan dan Maraknya Penangkapan Ilegal

Redaksi Prokal • 2026-01-28 07:30:00
Sungai Arut,
Sungai Arut,

 

KOTAWARINGIN BARAT – Penurunan debit air secara signifikan melanda Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut sejak sepekan terakhir. Kondisi sungai yang mengering ini mengubah lanskap bantaran sungai, di mana tebing-tebing tanah liat yang biasanya tenggelam kini muncul ke permukaan dan justru dimanfaatkan oleh anak-anak setempat sebagai wahana bermain perosotan alami.

Fenomena alam yang dipicu oleh minimnya curah hujan dan cuaca panas berkepanjangan ini membawa dampak serius bagi sektor ekonomi dan ekologi. Para nelayan sungai mengaku mulai kesulitan mendapatkan tangkapan ikan akibat volume air yang terus menyusut. Selain mengganggu mata pencaharian, surutnya air sungai juga memicu kekhawatiran akan meningkatnya praktik penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing.

Rudi, seorang warga Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, mengungkapkan bahwa kondisi air yang dangkal sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari ikan dengan cara-cara yang merusak lingkungan, seperti menggunakan racun dan alat setrum. Menurutnya, jika hujan tidak kunjung turun dalam waktu dekat, aktivitas terlarang tersebut diprediksi akan semakin merajalela karena posisi ikan yang lebih mudah dijangkau di perairan dangkal.

Dampak penyusutan air ini juga dirasakan langsung oleh warga di Kecamatan Arut Utara dalam menjalankan aktivitas domestik. Ari, warga Pangkut, menjelaskan bahwa jarak antara daratan dan permukaan air kini mencapai sekitar lima meter, sehingga akses menuju sungai menjadi sangat curam. Kondisi ini menyulitkan warga yang masih bergantung sepenuhnya pada air sungai untuk keperluan mandi dan mencuci.

Warga di sepanjang aliran Sungai Arut kini hanya bisa berharap intensitas hujan kembali meningkat agar debit air kembali normal. Pemulihan kondisi sungai dinilai sangat krusial, tidak hanya untuk mendukung aktivitas harian dan transportasi air, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan ekosistem sungai dari ancaman alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.(*)

Editor : Indra Zakaria