Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kotim Perkuat Posisi Sebagai Penyangga Pangan Kalteng, TNI Turun Tangan Percepat Cetak Sawah

Redaksi Prokal • 2026-01-28 13:00:00
ilustrasi padi
ilustrasi padi

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal target Swasembada Pangan Nasional 2026. Sebagai salah satu dari tiga kabupaten penyangga pangan utama di Kalimantan Tengah, selain Kapuas dan Pulang Pisau, Kotim kini tengah memacu berbagai program strategis yang diamanatkan oleh pemerintah pusat guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Permata Fitri, menjelaskan bahwa akselerasi pencetakan sawah baru menjadi prioritas utama saat ini. Dari target ambisius seluas 4.261 hektare yang dicanangkan sejak tahun lalu, realisasi fisik hingga akhir Desember 2025 tercatat telah mencapai 1.401 hektare. Guna menuntaskan sisa lahan yang belum tergarap, kini estafet pengerjaan beralih ke tangan Kodim 1015 melalui skema kemitraan yang akan berlangsung hingga Maret 2026.

Pihak TNI telah mengonfirmasi kesiapan untuk menggarap lahan seluas 733 hektare yang tersebar di delapan titik strategis, mencakup wilayah Desa Hanaut, Bapinang Hilir Laut, Rawa Sari, hingga Kelurahan Mentaya Seberang. Selain pencetakan lahan baru, pemerintah daerah juga fokus pada peningkatan indeks pertanaman melalui optimalisasi lahan yang sudah ada. Program ini mencakup perbaikan infrastruktur pertanian di wilayah lumbung pangan seperti Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut agar lahan yang eksis dapat berproduksi lebih dari sekali dalam setahun.

Menariknya, upaya peningkatan produksi ini tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga mulai menyasar pada modernisasi pertanian melalui program Brigade Pangan. Inisiatif ini bertujuan untuk menarik minat generasi muda atau petani milenial agar bersedia mengelola lahan secara profesional dan modern. Dengan bantuan teknologi canggih, program ini diharapkan mampu mengubah citra pertanian menjadi agribisnis yang menguntungkan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi anak muda di perdesaan.

Melalui integrasi pengelolaan lahan yang terstruktur, pendampingan intensif, serta percepatan konstruksi di lapangan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur optimis kontribusinya akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan visi swasembada pangan yang diusung Presiden. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan petani lokal menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(*)

Editor : Indra Zakaria