Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kemarau Mulai Melanda Kotim: Warga Bagendang Permai Krisis Air, BPBD Kerahkan 22 Ribu Liter

Redaksi Prokal • 2026-01-29 13:15:00
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

 

SAMPIT- Dampak musim kemarau mulai dirasakan secara nyata oleh warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Penurunan ketersediaan sumber air memaksa warga di wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi paling memprihatinkan dilaporkan terjadi di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, di mana warga mulai kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Krisis ini terungkap melalui surat permohonan resmi dari Pemerintah Desa Bagendang Permai yang dilayangkan pada awal pekan ini. Sebagian besar warga, khususnya di wilayah RT 001/RW 001, selama ini hanya bergantung pada air hujan dan aliran sungai. Namun, seiring terhentinya curah hujan, sumber-sumber air tersebut mengering, meninggalkan masyarakat dalam kondisi sulit.

Merespons cepat keluhan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim langsung menerjunkan tim bantuan. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak menunggu lama untuk bergerak setelah menerima laporan dari desa. Pada Kamis (29/1/2026), sebanyak lima unit mobil tangki air (water tank) dikerahkan menuju lokasi terdampak.

"Giat hari ini, kami telah meluncurkan total kapasitas 22 ribu liter air bersih untuk Desa Bagendang Permai," tegas Multazam. Langkah ini merupakan bentuk penanganan darurat guna memastikan kebutuhan domestik warga seperti memasak dan minum tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem.

Selain mendistribusikan bantuan, BPBD Kotim juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar mulai bijak dalam mengonsumsi air bersih. Penghematan air menjadi kunci utama agar cadangan yang ada tidak cepat habis sebelum musim kemarau berakhir. Pihak BPBD juga berharap adanya sinergi lintas sektoral untuk memetakan wilayah rawan kekeringan lainnya di Kotim guna mengantisipasi krisis air bersih yang lebih luas. (*)

Editor : Indra Zakaria