Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sampit Siap Punya Alun-Alun "Futuristik"! Pagar Taman Kota Bakal Runtuh, Diganti Monumen Cahaya ala Palangka Raya

Redaksi Prokal • 2026-01-29 14:45:00
Arena bermain anak anak di Taman Kota Sampit , Selasa (27/1). (heny/radar sampit)
Arena bermain anak anak di Taman Kota Sampit , Selasa (27/1). (heny/radar sampit)

 

SAMPIT – Wajah ikonik Kota Sampit bakal segera berubah total. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi memulai langkah besar untuk menyulap Taman Kota Sampit menjadi ruang publik modern yang futuristik mulai tahun 2026. Proyek yang sempat tertunda akibat gagal tender tahun lalu ini kini diambil alih oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim dengan target eksekusi yang lebih ambisius.

Kepala Bidang Cipta Karya, Rifarna Montazriani, mengungkapkan bahwa pada triwulan kedua tahun ini, pihaknya fokus menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai cetak biru perubahan wajah jantung kota tersebut. Proyek ini tidak main-main, karena konsep yang diusung merupakan instruksi langsung dari Bupati Kotim dengan kiblat kemegahan menyerupai Bundaran Besar di Palangka Raya.

"Tahun ini anggaran difokuskan untuk penyusunan DED mulai April mendatang. Rencananya, di tengah taman akan dibangun monumen megah dengan dukungan tata cahaya lampu yang estetik pada malam hari, sehingga kesan modernnya sangat terasa," ujar Rifarna dalam keterangannya.

Salah satu perubahan paling radikal dalam rencana revitalisasi ini adalah penghapusan pagar yang selama ini mengelilingi taman. Konsep taman berpagar dinilai sudah kuno dan justru menghambat akses masyarakat. Selain itu, minimnya penerangan di area tertutup tersebut sering kali disalahgunakan untuk aktivitas negatif seperti pesta miras hingga tindakan asusila. Dengan membongkar pagar dan menambah pencahayaan maksimal, pemerintah ingin mengembalikan fungsi taman sebagai "paru-paru" sosial yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Taman yang memiliki nilai historis tinggi sejak diresmikan pada 2015 lalu ini nantinya akan bertransformasi dari sekadar lapangan olahraga menjadi alun-alun terbuka yang representatif. Area strategis di persimpangan Jalan DI Panjaitan, Yos Sudarso, dan S Parman ini tetap akan mempertahankan nilai budayanya, namun dengan sentuhan desain yang lebih terbuka dan ramah bagi pengunjung.

Pemerintah daerah berharap, melalui anggaran yang diusulkan pada APBD Perubahan nanti, pekerjaan fisik dapat segera dimulai. Jika proyek ini rampung, Taman Kota Sampit diprediksi akan menjadi landmark baru yang membanggakan sekaligus menjadi pusat rekreasi, kuliner, dan olahraga yang lebih berkelas bagi warga Bumi Tambun Bungai.(*)

Editor : Indra Zakaria