SAMPIT – Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Teluk Sampit. Berdasarkan prakiraan cuaca maritim, ketinggian gelombang di wilayah tersebut diprediksi dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dalam periode Rabu hingga Jumat, 4–6 Februari 2026.
Kondisi gelombang tertinggi diperkirakan akan mulai terjadi pada Rabu malam seiring dengan meningkatnya aktivitas angin dan arus laut. Berdasarkan catatan BMKG, angin di perairan Teluk Sampit secara umum bertiup dengan kecepatan antara 11 hingga 14 knot, namun masyarakat perlu mewaspadai kecepatan hembusan atau gust yang dapat mencapai 27 knot. Fenomena ini juga dibarengi dengan dominasi hujan ringan serta tingkat kelembapan udara yang tinggi berkisar antara 83 hingga 85 persen.
Selain faktor angin, suhu permukaan laut yang terpantau hangat di angka 30 hingga 31 derajat Celsius turut memengaruhi dinamika arus laut. Arah arus laut saat ini terpantau bergerak dominan ke arah tenggara hingga timur dengan kecepatan berkisar antara 38 hingga 93 sentimeter per detik. Kombinasi faktor alam ini dinilai meningkatkan risiko keselamatan bagi aktivitas pelayaran, khususnya bagi kapal berukuran kecil dan perahu nelayan.
Menanggapi situasi tersebut, BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, dan seluruh masyarakat di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Pihak otoritas menyarankan agar rencana aktivitas melaut dipertimbangkan kembali dengan memperhatikan kondisi cuaca terkini. Keselamatan pelayaran ditekan menjadi prioritas utama, sehingga aktivitas di laut sangat disarankan untuk ditunda apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai tidak aman. Mengingat prakiraan cuaca bersifat dinamis, masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi maritim secara berkala dari kanal resmi BMKG. (oes)
Editor : Indra Zakaria