PALANGKA RAYA – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan performa yang tangguh sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka di wilayah ini berhasil ditekan hingga ke level 3,44 persen. Meskipun jumlah angkatan kerja terus mengalami pertumbuhan hingga mencapai 1,48 juta orang, jumlah pengangguran secara keseluruhan justru mengalami penurunan sebesar 0,53 persen poin jika dibandingkan dengan periode Agustus 2025.
Sektor pertanian masih mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung utama dalam penyerapan tenaga kerja di Bumi Tambun Bungai dengan kontribusi sebesar 33,17 persen. Selain pertanian, sektor perdagangan serta sektor pertambangan dan penggalian turut andil besar sebagai penyerap tenaga kerja dengan porsi masing-masing sebesar 15,43 persen dan 10,85 persen. Hal ini mencerminkan bahwa struktur lapangan kerja di Kalimantan Tengah masih sangat bergantung pada pengelolaan sumber daya alam dan aktivitas perdagangan wilayah.
Secara makro, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tercatat tumbuh positif sebesar 4,80 persen di sepanjang tahun 2025. Capaian ini membawa nilai perekonomian daerah mencapai angka Rp241,1 triliun berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku. Pertumbuhan ini dipicu oleh kinerja impresif dari berbagai lini, baik dari sisi produksi maupun pengeluaran.
Pada sisi produksi, sektor transportasi dan pergudangan muncul sebagai primadona pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 10,91 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, aktivitas ekspor barang dan jasa menjadi motor penggerak paling dominan dengan angka pertumbuhan sebesar 10,67 persen. Sinergi antara penyerapan tenaga kerja yang stabil dan pertumbuhan sektor strategis ini memberikan gambaran optimis terhadap stabilitas ekonomi Kalimantan Tengah di masa mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria