Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Penjaga Kebun di Nanga Bulik Akhiri Hidup, Dikira Pergi Mancing, Ternyata Gantung Diri

Redaksi Prokal • 2026-02-09 13:40:00
ilustrasi gantung diri
ilustrasi gantung diri

NANGA BULIK – Masyarakat di kawasan Bukit Pandau, RT 14 Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau mendadak geger pada Minggu petang. Seorang pria berinisial MES (32) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar barakan karyawan tempatnya bekerja sebagai penjaga kebun. Penemuan jasad pria asal Desa Makarti Jaya, Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB saat rekan-rekan kerjanya mulai menaruh curiga.

Peristiwa pilu ini bermula saat sejumlah rekan kerja korban mempertanyakan keberadaan MES sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, mereka menduga pria bertato tersebut sedang pergi memancing di sekitar lokasi kebun. Namun, kecurigaan muncul ketika memasuki waktu Maghrib, salah satu rekan korban berniat menyalakan lampu belakang dan memasak di dapur yang letaknya bersebelahan dengan kamar korban. Meski sempat mengetuk papan kamar untuk memanggil, saksi tidak mendapatkan jawaban dari dalam.

Ketegangan meningkat saat saksi mencoba mengintip melalui sela-sela papan kamar dan mendapati adanya bercak darah di lantai. Penemuan tersebut membuatnya berteriak memanggil rekan kerja lainnya untuk memastikan kondisi di dalam kamar. Saat pintu yang tidak terkunci dibuka, mereka mendapati MES sudah dalam posisi tergantung. Kejadian tragis ini segera dilaporkan kepada Ketua RT setempat yang kemudian diteruskan ke pihak Polsek Bulik.

Kapolres Lamandau melalui Kapolsek Bulik, AKP Karno, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, pihak kepolisian menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria tersebut.

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban langsung diberangkatkan menuju kediaman pihak keluarga di Pangkalan Bun untuk proses pemakaman. Hingga kini, peristiwa tersebut menambah daftar kasus bunuh diri di wilayah Lamandau, yang menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental dan kondisi lingkungan sosial sekitar. (*)

Editor : Indra Zakaria