KOTAWARINGIN BARAT – Gelombang aksi kriminalitas bersenjata tengah menghantui wilayah Kalimantan Tengah. Hanya dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2026, tercatat tiga aksi perampokan besar terjadi di lokasi berbeda dengan modus yang kian berani. Kejadian terbaru menimpa Toko Sembako Abimanyu di Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, pada Minggu (8/2/2026) malam.
Dalam peristiwa tragis tersebut, istri pemilik toko ditemukan tergeletak tak sadarkan diri dengan luka berat di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul. Korban diduga diserang saat hendak menutup toko yang terletak di jalur perlintasan antarprovinsi yang ramai. Aksi ini sempat luput dari perhatian warga sekitar hingga akhirnya ditemukan oleh sang suami yang curiga karena istrinya tak kunjung kembali ke rumah. Kasatreskrim Polres Kobar, AKP Muhammad Fachrurrozi, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif, meski kerugian materiil masih dalam tahap pendataan.
Rentetan teror ini menambah daftar panjang aksi perampokan di Kotawaringin Barat. Sepekan sebelumnya, tepatnya pada Senin (2/2/2026) dini hari, komplotan perampok membobol mesin ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) di Desa Pandu Senjaya. Modus operandi pelaku tergolong nekat; mereka menggunakan mesin las untuk merusak brankas dan membawa kabur uang tunai senilai Rp871 juta, sebelum akhirnya membakar mesin ATM untuk menghilangkan jejak.
Penyelidikan kasus pembobolan ATM ini menemui jalan buntu setelah diketahui bahwa kamera pengawas (CCTV) milik bank tersebut ternyata telah rusak selama tiga bulan terakhir. Kapolsek Pangkalan Lada, Iptu Suhartono, mengakui ketiadaan rekaman visual menjadi hambatan besar dalam mengidentifikasi pelaku, meski sejumlah saksi dari pihak bank dan KUD setempat telah dimintai keterangan.
Jauh sebelum dua kejadian di Kotawaringin Barat tersebut, aksi serupa juga terjadi di Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur, pada Sabtu (10/1/2026). Seorang karyawan juragan sawit menjadi korban penodongan senjata api saat membawa uang replas timbangan senilai Rp551 juta. Korban dihadang oleh komplotan yang menggunakan slayer untuk menutupi wajah di area perbatasan perkebunan kelapa sawit.
Pihak kepolisian di masing-masing wilayah kini meningkatkan koordinasi untuk memburu para pelaku yang diduga merupakan komplotan profesional yang bergerak secara berpindah-pindah. Masyarakat, khususnya para pemilik usaha dan pengelola keuangan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan memastikan sistem keamanan seperti CCTV berfungsi dengan baik guna mengantisipasi aksi serupa yang terus mengancam stabilitas keamanan di Bumi Tambun Bungai. (*)
Editor : Indra Zakaria