Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Nelayan Pulau Hanaut Selamat dari Terkaman Buaya Usai Pukul Kepala Sang Predator

Redaksi Prokal • 2026-02-16 10:00:00
KORBAN BUAYA : Petugas Polsek Hanaut saat mendatangi korban serangan buaya di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Sabtu (14/2/2026).
KORBAN BUAYA : Petugas Polsek Hanaut saat mendatangi korban serangan buaya di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Sabtu (14/2/2026).

SAMPIT — Sebuah mukjizat dialami oleh Tasman, seorang nelayan berusia 59 tahun asal Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur. Ia berhasil lolos dari maut setelah terlibat duel singkat dengan seekor buaya saat sedang mencari udang di muara Sungai Besar, anak Sungai Mentaya, pada Jumat pagi lalu.

Insiden mencekam ini bermula ketika Tasman sedang turun ke sungai dengan membawa sungkur, alat tradisional untuk menangkap udang. Tanpa disadari, seekor buaya muncul secara tiba-tiba dari balik air dan langsung menerkam tangan kirinya. Beruntung, saat terkaman terjadi, mulut predator tersebut sempat tersangkut pada alat sungkur yang dibawa korban, sehingga buaya tidak mampu menarik Tasman lebih jauh ke dalam air.

Dalam kondisi terjepit dan terancam diseret ke dasar sungai, Tasman melakukan perlawanan nekat dengan tangan kosong. Ia memukul kepala buaya tersebut sekuat tenaga hingga sang predator melepaskan gigitannya dan memilih untuk menjauh. Kesempatan emas itu langsung digunakan Tasman untuk segera naik ke daratan dan menyelamatkan diri.

Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, mengonfirmasi bahwa korban hanya mengalami luka ringan akibat gigitan tersebut. Meskipun sempat mengalami luka-luka, kondisi Tasman saat ini sudah stabil dan telah kembali ke rumah untuk beraktivitas seperti biasa. Kesigapan dan keberanian korban dalam situasi kritis menjadi kunci utama keselamatannya dari serangan tersebut.

Pihak kepolisian kembali mengingatkan warga yang sering beraktivitas di sekitar Sungai Mentaya untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa perairan di wilayah tersebut merupakan habitat asli buaya, sehingga masyarakat diminta untuk ekstra hati-hati, terutama saat berada langsung di dalam air pada jam-jam rawan. (*)

Editor : Indra Zakaria