Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dinilai Kurang Terawat, Pengelolaan Pelabuhan Panglima Utar dan Monumen Pahlawan Tuai Kritik Tajam

Redaksi Prokal • 2026-02-16 10:30:00
Monumen Panglima Utar di kawasan Pelabuhan Panglima Utar Kumai tampak kusam tak terawat. (FOTO: AHMAD SUBANDI)
Monumen Panglima Utar di kawasan Pelabuhan Panglima Utar Kumai tampak kusam tak terawat. (FOTO: AHMAD SUBANDI)

 

PANGKALAN BUN — Kondisi fasilitas dan estetika di Pelabuhan Panglima Utar kini tengah menjadi sorotan publik. Meskipun pelabuhan ini merupakan aset nasional strategis yang menyumbang pendapatan besar bagi negara melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penataan kawasannya dinilai tidak sebanding dengan kontribusi finansial yang dihasilkan.

Kritik pedas salah satunya datang dari Ahmad Subandi, cucu pejuang Pertempuran 14 Januari 1946. Ia menyayangkan kondisi monumen patung Panglima Utar yang terkesan kurang terawat. Menurutnya, monumen tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan identitas dan bentuk penghormatan terhadap pahlawan yang namanya digunakan sebagai ikon pelabuhan tersebut. Subandi menegaskan bahwa sangat tidak bijak jika pengelola seolah hanya "menumpang nama" besar sang pahlawan tanpa memberikan perhatian serius pada perawatan simbol perjuangannya.

Selain masalah nilai historis, penataan lingkungan pelabuhan seperti kondisi trotoar dan fasilitas umum lainnya dianggap belum optimal. Padahal, Pelabuhan Panglima Utar memiliki peran krusial sebagai pintu masuk transportasi antarpulau, bahkan rutin menjadi lokasi bersandarnya kapal-kapal internasional dan kapal pesiar. Masyarakat berharap kualitas fasilitas dapat ditingkatkan agar citra pelabuhan sejajar dengan potensi besar yang dimilikinya sebagai gerbang pariwisata dan ekonomi daerah.

Subandi juga mendorong adanya transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan anggaran hasil operasional pelabuhan. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh jika pengelola saat ini dianggap tidak mampu mengalokasikan dana untuk pemeliharaan rutin. Baginya, pembenahan fasilitas adalah bagian dari pelayanan publik yang harus menjadi wajah pertama yang membanggakan saat pengunjung tiba di kawasan tersebut.

Kritik ini menjadi peringatan bagi otoritas terkait untuk segera bertindak. Peningkatan tata kelola tidak hanya bertujuan menjaga nilai sejarah, tetapi juga memastikan keberadaan pelabuhan memberikan dampak positif yang nyata, baik bagi negara maupun bagi masyarakat di sekitar kawasan Pangkalan Bun.(*)

Editor : Indra Zakaria