Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sisi Unik Laporan Warga ke Damkarmat Kotim, Diminta Mata-Matai Istri Orang Sampai Ambil Raport 

Redaksi Prokal • 2026-02-16 14:00:00
Petugas Disdamkarmat Kotim saat menangkap monyet liar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. (Disdamkarmat Kotim)
Petugas Disdamkarmat Kotim saat menangkap monyet liar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. (Disdamkarmat Kotim)

 

SAMPIT — Tugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Damkarmat Kotim) ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar menjinakkan si jago merah. Di balik seragam antipanas dan armada besar mereka, tersimpan sederet kisah unik hingga menggelitik akibat laporan warga yang seringkali melenceng jauh dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama petugas.

Masyarakat Kotawaringin Timur tampaknya menganggap personel Damkarmat sebagai "pahlawan serbabisa" yang mampu menuntaskan segala persoalan. Salah satu pengalaman paling tak biasa diungkapkan oleh Yolanda, petugas Damkarmat Kotim. Ia menceritakan saat seorang pria datang ke Markas Komando (Mako) tepat saat apel pagi berlangsung hanya untuk meminta petugas memata-matai istrinya yang diduga berselingkuh. Tentu saja, permintaan bak detektif swasta tersebut terpaksa ditolak karena bukan merupakan wewenang petugas pemadam.

Keunikan laporan tidak berhenti di situ. Di jagat maya, admin media sosial Damkarmat Kotim bahkan pernah menerima pesan dari warga yang meminta bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) sekolah. Cerita lain datang dari Wulan, petugas yang benar-benar pernah terjun ke lapangan untuk membantu seorang pelajar SMP mengambil rapor di sekolah. Demi membantu sang siswa, Wulan dan rekannya bahkan harus mengaku sebagai wali atau bibi dari siswa tersebut di hadapan guru.

Selain urusan personal dan edukasi, urusan teknis rumah tangga pun kerap mendarat di meja laporan. Ipit, petugas lainnya, menceritakan momen dramatis saat satu peleton lengkap berjumlah delapan personel diterjunkan dengan alat pelindung diri penuh karena adanya laporan kebocoran gas disertai percikan api. Namun, setibanya di lokasi dengan kewaspadaan tinggi akan ledakan, petugas menemukan fakta bahwa pelapor sebenarnya hanya tidak bisa memasang regulator tabung gas dengan benar. Tak jarang pula petugas dipanggil hanya untuk urusan keran air yang patah, meski akhirnya harus menyarankan warga memanggil tukang bangunan karena keterbatasan alat pertukangan.

Meski sering menghadapi laporan yang mengundang senyum hingga menguras energi di luar tupoksi, Damkarmat Kotim menegaskan komitmen mereka untuk tetap siaga 24 jam. Walaupun pintu pelayanan terbuka lebar bagi masyarakat, petugas tetap mengingatkan bahwa prioritas utama mereka adalah penanganan kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda di seluruh wilayah Kotawaringin Timur. (*)

Editor : Indra Zakaria