PALANGKA RAYA – Kecelakaan lalu lintas maut kembali merenggut nyawa di wilayah Kota Cantik. Seorang wanita muda berinisial T (19) dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam bagian belakang truk tronton yang tengah mogok di badan Jalan Tjilik Riwut Km 15,5, Kelurahan Petuk Ketimpun, pada Minggu (15/2) malam sekitar pukul 20.15 WIB.
Peristiwa tragis ini melibatkan sepeda motor Honda Revo hitam dengan nomor polisi KH 22** YV yang dikendarai korban, serta mobil Nissan Tronton hitam bernomor polisi B 94** FYW yang dikemudikan oleh EB (28). Korban yang diketahui merupakan warga Jalan Nelayan, Kelurahan Tumbang Tahai, mengalami benturan sangat keras di bagian belakang kanan truk hingga nyawanya tidak tertolong di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil investigasi awal dari Satlantas Polresta Palangka Raya, truk tronton tersebut awalnya melaju dari arah Tangkiling menuju pusat kota. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan besar itu mengalami gangguan mesin yang diduga akibat kehabisan bahan bakar. Pengemudi truk sebenarnya telah berupaya meminggirkan kendaraannya, namun posisi bagian belakang kanan truk masih memakan sebagian badan jalan.
Kondisi jalan yang minim penerangan serta ketiadaan tanda peringatan darurat seperti segitiga pengaman yang memadai diduga menjadi penyebab utama kecelakaan. Korban yang melaju dari arah yang sama diduga tidak menyadari adanya hambatan di depan karena jarak yang sudah terlalu dekat, sehingga benturan maut tidak dapat terhindarkan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya, Ipda Amat, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti di lokasi. Ia menjelaskan bahwa posisi truk yang belum sepenuhnya keluar dari badan jalan sangat berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, terutama saat situasi gelap.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. Petugas juga memberikan imbauan keras kepada para sopir kendaraan besar agar selalu menyediakan dan memasang tanda peringatan darurat yang jelas serta terlihat dari jarak jauh saat mengalami kendala teknis di jalan raya, guna mencegah terulangnya tragedi serupa. (*)
Editor : Indra Zakaria