Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

BMKG Prediksi Laut Jawa Kondusif: Arus Mudik Lebaran 2026 Melalui Pelabuhan Sampit Dipastikan Aman

Redaksi Prokal • 2026-02-18 11:45:00
Kapal penumpang saat akan sandar di Pelabuhan Sampit. (Dokoes/Radar Sampit)
Kapal penumpang saat akan sandar di Pelabuhan Sampit. (Dokoes/Radar Sampit)

 

SAMPIT – Kabar baik bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik melalui jalur laut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi gelombang di wilayah Laut Jawa pada momen mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi dalam kondisi relatif aman untuk aktivitas pelayaran.

Berdasarkan prakiraan cuaca, tinggi gelombang di Laut Jawa diperkirakan berada pada kisaran rendah, yakni antara 0,1 hingga maksimal 1,5 meter. Kondisi ini dinilai sangat kondusif bagi kapal-kapal berukuran besar, seperti jenis kapal Ro-Ro milik PT Dharma Lautan Utama maupun kapal penumpang milik PT Pelni, yang secara rutin melayani rute dari dan menuju Pelabuhan Sampit.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Bandara H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, menjelaskan bahwa pada periode Maret, posisi matahari berada di sekitar garis khatulistiwa. Fenomena astronomis ini berdampak pada minimnya kontribusi matahari terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah Laut Jawa, sehingga risiko cuaca ekstrem di perairan cenderung kecil.

Situasi ini diprediksi akan memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang menggunakan transportasi laut, mengingat risiko guncangan akibat gelombang tinggi sangat minim. Meskipun kondisi atmosfer dan laut terpantau bersahabat, BMKG tetap menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh operator pelayaran dan masyarakat.

Pihak BMKG mengimbau agar semua pihak terkait terus memantau pembaruan informasi cuaca dan gelombang secara berkala. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu di lapangan, demi menjamin kelancaran dan keselamatan seluruh penumpang selama musim mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung. (*)

Editor : Indra Zakaria