Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sektor Konveksi PPM Sampit Masih Lesu, Pedagang Patungan Sewa Influencer Demi Dongkrak Omzet

Redaksi Prokal • 2026-02-18 12:15:00
Suasana pedagang pakaian di lantai dua Pasar PPM Sampit. (Akbar/Radar Sampit)
Suasana pedagang pakaian di lantai dua Pasar PPM Sampit. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT – Pemulihan ekonomi di sektor sandang Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit hingga kini belum kembali ke titik normal. Berdasarkan pantauan di lapangan, omzet para pedagang pakaian yang menempati lantai dua pasar tersebut baru menyentuh angka 60 persen jika dibandingkan dengan masa kejayaan sebelum pandemi Covid-19. Kondisi sepi pengunjung bahkan telah memaksa sejumlah pemilik toko untuk menutup usaha mereka secara permanen.

Wakil Ketua Pengurus Pasar PPM Sampit, Wisnu, mengungkapkan bahwa dampak pembatasan aktivitas selama pandemi beberapa tahun lalu masih sangat membekas. Meski situasi kesehatan telah membaik, daya beli masyarakat terhadap produk konveksi belum pulih sepenuhnya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pedagang di lantai dasar yang sudah menunjukkan stabilitas pendapatan harian di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta.

Menghadapi tantangan tersebut, para pedagang pakaian berinisiatif mengambil langkah mandiri untuk menarik pembeli. Melalui sistem patungan atau swadaya tanpa bantuan anggaran dari pemerintah daerah, mereka menyewa jasa influencer untuk mempromosikan produk secara daring. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya adaptasi digital agar para pedagang ke depan mampu melakukan siaran langsung (live selling) secara mandiri untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain berupaya melalui promosi digital, para pedagang juga menyuarakan harapan mereka kepada pemerintah daerah terkait keringanan biaya operasional. Wisnu menyebutkan bahwa biaya sewa kios yang saat ini berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per bulan masih dirasa memberatkan di tengah minimnya transaksi. Usulan penurunan atau penghapusan biaya sewa sementara yang pernah dijanjikan sebelumnya hingga kini dilaporkan belum terealisasi.

Pengurus pasar menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan kreativitas pedagang untuk mempercepat pemulihan ekonomi di PPM Sampit. Dukungan berupa pendampingan usaha dan kebijakan fiskal yang pro-pedagang diharapkan dapat menjadi pemicu agar aktivitas perdagangan di salah satu ikon ekonomi Sampit ini bisa kembali bergeliat seperti sediakala. (*)

Editor : Indra Zakaria