Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kotawaringin Timur di tengah berlangsungnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Maskapai NAM Air yang beroperasi di Bandar Udara Haji Asan Sampit secara resmi mengumumkan penurunan harga tiket pesawat untuk periode penerbangan tertentu. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi calon penumpang, mengingat biasanya harga transportasi cenderung melonjak menjelang hari raya. Station Manager NAM Air Sampit, Julianto Anggi, menegaskan bahwa penurunan harga ini berlaku untuk periode keberangkatan tanggal 14 hingga 29 Maret 2026.
Penyesuaian tarif ini mencakup tiga rute utama yang dilayani dari Sampit. Untuk rute menuju Jakarta, harga tiket yang semula berada di kisaran Rp1,46 juta kini turun menjadi Rp1,21 juta. Begitu pula dengan rute Surabaya yang turun menjadi di bawah satu juta rupiah, tepatnya Rp991.500 dari harga normal Rp1,19 juta. Sementara itu, tiket menuju Semarang yang biasanya dipatok seharga Rp1,24 juta kini dapat dinikmati dengan harga Rp1,03 juta. Meski ada penurunan harga, Julianto menyebutkan bahwa tingkat pemesanan untuk arus mudik sangat tinggi, bahkan tiket rute Surabaya untuk H-7 Lebaran sudah habis terpesan, meski untuk rute Jakarta masih tersedia beberapa kursi.
Mengenai jadwal operasional, NAM Air memastikan tidak ada perubahan waktu keberangkatan dan tetap mengandalkan jadwal reguler tanpa adanya tambahan penerbangan (extra flight). Rute Sampit-Jakarta tetap tersedia setiap hari dengan jam keberangkatan yang bervariasi mulai dari pagi hingga sore hari. Untuk rute Surabaya, maskapai melayani penerbangan lima kali dalam seminggu, sementara rute Semarang tersedia tiga kali seminggu setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. NAM Air berharap ke depannya rute menuju Semarang juga dapat ditingkatkan frekuensinya menjadi setiap hari guna memenuhi tingginya antusiasme masyarakat.
Sebagai satu-satunya maskapai yang beroperasi di Bandara Haji Asan saat ini, NAM Air juga telah melakukan optimalisasi kapasitas angkutan sejak tahun 2025. Dengan meniadakan kursi kelas bisnis, kapasitas pesawat kini maksimal menyediakan 130 kursi penumpang. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengakomodasi lebih banyak masyarakat yang ingin bepergian, terutama dalam menjawab tingginya permintaan pada rute-rute strategis yang menghubungkan Kalimantan Tengah dengan kota-kota besar di Pulau Jawa. (*)
Editor : Indra Zakaria