Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Predator Sungai Mentaya: Video Buaya Santap Mangsa di Pelangsian Viral, Warga Kotim Diminta Menjauh dari Air

Redaksi Prokal • 2026-02-23 10:15:00

Buaya besar muncul di Sungai Mentaya di wilayah Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang, sedang menyantap sesuatu membuat warga waswas. (tangkapan layar video rekaman warga)
Buaya besar muncul di Sungai Mentaya di wilayah Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang, sedang menyantap sesuatu membuat warga waswas. (tangkapan layar video rekaman warga)

 

SAMPIT – Keresahan menyelimuti warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebuah video amatir yang merekam kemunculan seekor buaya di permukaan Sungai Mentaya pada Sabtu sore (21/2/2026) beredar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat setempat.

Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, predator air itu tampak muncul ke permukaan sambil menyantap mangsanya. Suara perekam video, yang merupakan seorang perempuan, terdengar menjelaskan bahwa buaya tersebut sedang memakan seekor ayam sebelum akhirnya kembali menyelam ke dalam air yang keruh.

Kehadiran buaya di lokasi tersebut menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Pasalnya, area Sungai Mentaya masih menjadi nadi aktivitas harian masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, hingga menjadi tempat memancing ikan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, langsung memberikan respons tegas atas kejadian ini. Ia meminta masyarakat untuk sementara waktu menghindari aktivitas di sungai, terutama di sekitar titik kemunculan satwa tersebut.

Menurut Muriansyah, perilaku buaya yang mulai berani mendekati permukiman manusia umumnya didorong oleh ketersediaan sumber makanan. Ia menyoroti kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang masih membuang bangkai hewan atau sampah rumah tangga ke sungai sebagai pemicu utama.

Limbah dan bangkai yang dibuang ke air secara tidak langsung mengundang buaya untuk menetap di sekitar lingkungan warga karena dianggap sebagai sumber makanan yang mudah. Selain itu, praktik memelihara ternak di bantaran sungai juga dinilai sangat berisiko memancing predator tersebut keluar dari habitat aslinya.

Sebagai langkah antisipasi, BKSDA meminta warga segera melapor jika kembali melihat keberadaan buaya agar penanganan cepat dapat dilakukan sebelum jatuh korban jiwa. Muriansyah menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan mengubah pola hidup di bantaran sungai demi keamanan bersama. (*)

Editor : Indra Zakaria