Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada! Gelombang Teluk Sampit Meroket ke 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut

Redaksi Prokal • 2026-02-25 08:00:00

Perahu nelayan saat tambat di dermaga pelelangan ikan Pasar Ikan Mentaya Sampit. (Dok. oes/ Radar Sampit)
Perahu nelayan saat tambat di dermaga pelelangan ikan Pasar Ikan Mentaya Sampit. (Dok. oes/ Radar Sampit)

 

SAMPIT- Ancaman gelombang tinggi kini membayangi para pelaut dan nelayan di perairan Teluk Sampit. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kenaikan tinggi gelombang yang diprakirakan bisa mencapai 2,5 meter pada Jumat (27/2) mendatang.

Berdasarkan data prakiraan cuaca maritim untuk periode Rabu hingga Jumat pekan ini, kondisi perairan sebenarnya didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan ringan. Namun, lonjakan tinggi gelombang menjadi alarm serius bagi keselamatan pelayaran, mengingat pada hari-hari sebelumnya tinggi gelombang hanya berada di kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.

Kenaikan drastis ini dipicu oleh kecepatan angin yang mencapai 11–15 knot, dengan hembusan angin kencang atau gust yang sanggup menyentuh angka 30 knot. Tidak hanya itu, arus laut pun terpantau cukup kuat, yakni berada di kisaran 37–88 sentimeter per detik menuju arah tenggara. Kondisi ini diperkuat dengan suhu permukaan laut yang hangat, sekitar 30 derajat Celsius, yang memicu dinamika cuaca lebih agresif di wilayah tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H ASAN Sampit, Mulyono Leo Nardo, secara tegas meminta seluruh pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

“Gelombang hingga 2,5 meter berisiko bagi kapal kecil. Nelayan disarankan menyesuaikan waktu melaut dan selalu memantau informasi cuaca terbaru,” ujar Mulyono Leo Nardo dalam keterangannya.

Pihak BMKG juga mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Terutama saat hujan ringan terjadi yang seringkali dibarengi dengan angin kencang di tengah perairan Teluk Sampit. (*)

Editor : Indra Zakaria