Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mudik Lebih Awal, Ratusan Penumpang Padati Pelabuhan Sampit Demi Hindari Antrean Lebaran

Redaksi Prokal • 2026-02-27 12:30:00

NAIK KAPAL: Ratusan penumpang menaiki KM Rucitra VI yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (26/2/2026).
NAIK KAPAL: Ratusan penumpang menaiki KM Rucitra VI yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (26/2/2026).

 

SAMPIT – Gelombang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah mulai terasa di Pelabuhan Sampit, Kotawaringin Timur, meskipun bulan Ramadan baru memasuki minggu kedua. Ratusan penumpang terpantau mulai memadati terminal keberangkatan untuk pulang ke kampung halaman lebih awal guna menghindari kepadatan puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret mendatang.

Salah satu pemudik, Eko Prasetyo, mengaku sengaja memilih berangkat lebih awal menuju Pati, Jawa Tengah, agar bisa menikmati waktu libur yang lebih panjang. Ia bersama saudaranya memanfaatkan promo tiket kapal laut seharga Rp308 ribu untuk rute Sampit-Surabaya sebelum tarif normal atau tuslah diberlakukan oleh pihak operator. “Rencana mau mudik panjang ke Pati, baliknya tahun depan; saya berangkat berdua dan kebetulan lagi ada harga diskon,” ujar Eko saat menunggu keberangkatan di terminal penumpang pada Kamis sore.

Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit, Kacung Muhadi, mencatat sebanyak 315 penumpang diberangkatkan menggunakan KM Dharma Rucitra VI tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada keberangkatan Kamis malam. Meski sudah ada peningkatan jumlah penumpang dibandingkan hari biasa, Kacung menilai kenaikan tersebut masih belum menyentuh angka yang signifikan. “Di minggu kedua Ramadan ini sudah ada sedikit peningkatan, tapi belum signifikan,” jelas Kacung yang baru menjabat per 14 Februari lalu.

Pihak DLU memang sengaja memberikan program diskon tarif tiket sebesar 15 hingga 20 persen bagi masyarakat yang bersedia mudik lebih awal di periode Januari hingga akhir Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengurai konsentrasi penumpang agar tidak terjadi penumpukan dan desak-desakan saat mendekati hari H Lebaran. Sebagai gambaran, tarif normal rute Sampit-Surabaya berada di angka Rp325.000, sementara rute Sampit-Semarang dikenakan Rp300.000.

Mengenai kesiapan armada menghadapi puncak arus mudik, DLU menyiapkan dua unit kapal andalan, yakni KM Kirana III dengan kapasitas 500 penumpang dan KM Dharma Rucitra VI berkapasitas 370 penumpang. Namun, jadwal resmi keberangkatan secara menyeluruh untuk arus mudik dan balik masih belum dirilis karena salah satu armada masih dalam proses perawatan rutin. “Saat ini KM Kirana III masih tahap docking; setelah selesai, jadwal resmi akan segera kami publikasikan kepada masyarakat,” tandas Kacung.

Kacung juga mengingatkan para calon penumpang untuk terus memantau informasi jadwal resmi karena periode Maret mendatang dipastikan akan mulai diberlakukan tarif tuslah sesuai dengan ketentuan musim puncak angkutan Lebaran. Dengan mudik lebih awal, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan kenyamanan ekstra dan biaya perjalanan yang jauh lebih ekonomis. (*)

Editor : Indra Zakaria