Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kejahatan Menggila di Kotim, Setelah Gerai BRILink, Kini ATM Dibobol Maling

Redaksi Prokal • 2026-02-28 09:50:00

Mesin ATM milik Bank Sinarmas yang berada di Jalan Jenderal A Yani, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi sasaran pelaku kejahatan. (warga/radar sampit)
Mesin ATM milik Bank Sinarmas yang berada di Jalan Jenderal A Yani, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi sasaran pelaku kejahatan. (warga/radar sampit)

 

SAMPIT – Gelombang aksi kriminalitas di Kota Sampit kian meresahkan warga. Belum reda trauma masyarakat akibat aksi perampokan bersenjata yang menyasar agen BRILink beberapa waktu lalu, kini giliran mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Sinarmas di Jalan Jenderal A. Yani, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang dibobol kawanan pencuri.

Insiden pembobolan ATM ini diduga kuat terjadi pada Rabu (25/2/2026) waktu subuh, saat situasi di salah satu jalur utama Kotawaringin Timur tersebut sedang sepi. "Benar, kejadiannya waktu subuh saat di sekitar lokasi sedang sepi," ungkap seorang juru parkir di sekitar lokasi kejadian, (27/2/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan mesin ATM tersebut mengalami kerusakan fisik yang cukup parah dan tidak dapat digunakan. Pelaku dilaporkan berhasil menggasak uang tunai dengan taksiran kerugian di bawah Rp10 juta. Namun, pelaku disinyalir terburu-buru sehingga gagal menguras seluruh isi uang yang ada di dalam brankas mesin tersebut.

Rentetan kejadian ini memicu kekhawatiran adanya kaitan pola kejahatan yang serupa dengan kasus perampokan agen BRILink sebelumnya. Para pelaku diduga mengincar layanan transaksi keuangan yang minim pengamanan ketat di jam-jam rawan. Masyarakat menilai para pelaku kejahatan kini semakin berani beroperasi di kawasan pemukiman dan pusat kota.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi apakah kasus pembobolan ATM ini dilakukan oleh komplotan yang sama dengan pelaku perampokan BRILink. Namun, warga mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli malam hingga subuh dan memperketat pengawasan di titik-titik layanan keuangan mandiri.

"Kami berharap polisi segera bergerak cepat. Setelah agen BRILink kena rampok, sekarang ATM. Ini membuat kami yang punya usaha di pinggir jalan jadi was-was kalau malam," ujar salah satu warga sekitar. (*)

Editor : Indra Zakaria