Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Penipuan Tiket Mudik di TikTok: Warga Kotawaringin Barat Tertipu Rp5,2 Juta

Redaksi Prokal • 2026-03-02 07:45:00

ilustrasi penipuan dengan aplikasi digital (dibuat dengan Akal Imitasi (AI))
ilustrasi penipuan dengan aplikasi digital (dibuat dengan Akal Imitasi (AI))

PANGKALAN BUN – Harapan Nunuk Parwati untuk bisa berlebaran di kampung halaman di Pulau Jawa harus terkubur dalam kekecewaan. Warga Despot, Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama ini menjadi korban penipuan tiket kapal laut palsu yang mengatasnamakan operator pelayaran besar.

Kejadian bermula saat korban tergiur tawaran tiket di sebuah akun TikTok yang mengeklaim sebagai akun resmi PT Dharma Lautan Utama (DLU). Nunuk yang berencana mudik dari Kumai menuju Semarang kemudian menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di akun tersebut pada malam hari.

"Kemudian malam pukul 21.56 WIB saya menghubungi nomor WA yang saya dapat dari akun TikTok yang mengatasnamakan PT DLU itu. Kemudian saya order tiket kapal untuk satu kendaraan dan dua penumpang, dengan total Rp5.244.250 yang harus saya bayarkan," ujar Nunuk menceritakan kronologinya, Minggu (1/3/2026).

Setelah melakukan pembayaran melalui Virtual Account (VA) sebesar Rp5,2 juta, korban bukannya menerima tiket elektronik, melainkan kembali diperas oleh pelaku dengan dalih biaya tambahan.

"Justru saya kembali dimintai uang senilai Rp1.060.000 dengan dalih untuk biaya pas masuk pelabuhan. Di situ saya sadar bahwa ini tidak beres dan terindikasi penipuan," terangnya.

Saat menyadari ada yang janggal, Nunuk mencoba meminta uangnya kembali. Namun, pelaku justru menantang korban sebelum akhirnya memblokir komunikasi dan menghapus seluruh jejak percakapan.

"Dia (pelaku) berkilah tidak mau mengurusnya dan menyuruh saya mengurus sendiri kalau bisa. Lalu akun WA saya di-block. Di saat saya panik, chat WA penipu itu sudah dihapus semua," imbuh Nunuk dengan nada kecewa.

Nunuk berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian karena khawatir data kependudukan yang sempat ia kirimkan kepada pelaku akan disalahgunakan. Ternyata, ia tidak sendiri; melalui penelusuran mandiri, ia menemukan banyak korban lainnya yang mengalami nasib serupa.

"Kami juga telah membuat grup korban penipuan tiket kapal dan sejauh ini sudah enam orang yang menjadi korban," pungkasnya.

Pihak otoritas pelabuhan dan kepolisian setempat terus mengimbau masyarakat agar hanya membeli tiket melalui aplikasi resmi atau agen perjalanan yang memiliki kantor fisik jelas, guna menghindari modus penipuan yang marak terjadi menjelang arus mudik Lebaran. (*)

Editor : Indra Zakaria