Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ramadan di Sampit Diwarnai Aksi Kriminal: Polisi Minta Warga Waspada Perampokan dan Uang Palsu

Indra Zakaria • 2026-03-03 11:10:00

SIAGA: Polantas Polres Kotim melaksanakan patroli dan siaga kejahatan.
SIAGA: Polantas Polres Kotim melaksanakan patroli dan siaga kejahatan.

SAMPIT – Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadan, masyarakat Kota Sampit, khususnya di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ketapang melaporkan adanya tren peningkatan aksi kejahatan yang menyasar pemukiman warga dan ruang publik di tengah kekhusyukan ibadah puasa.

Kapolsek Ketapang, AKP Anis, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir pihaknya telah menerima rentetan laporan kriminalitas yang cukup meresahkan. Kasus-kasus tersebut meliputi aksi perampokan di Jalan HM Arsyad dan Jalan Jenderal Sudirman, hingga insiden pembobolan rumah warga di Jalan Iskandar yang terjadi saat penghuninya sedang beraktivitas di luar.

"Kami minta masyarakat jangan ada yang lengah dengan barang berharganya. Termasuk saat meninggalkan rumah ketika tarawih," tegas AKP Anis pada Senin (2/3/2026). Ia menambahkan bahwa saat ini seluruh laporan tersebut tengah dalam proses penyelidikan intensif. Sebagai langkah antisipasi, personel kepolisian telah diperintahkan untuk memperketat patroli di jam-jam rawan, terutama saat pelaksanaan shalat tarawih dan menjelang sahur.

Selain ancaman pencurian dan perampokan, keresahan juga dirasakan oleh para pelaku usaha kecil di Sampit. Ijai, salah seorang pedagang di Mentawa Baru Ketapang, mengaku mulai was-was terhadap potensi peredaran uang palsu yang biasanya marak menjelang Hari Raya Idulfitri. Pengalaman pahit di tahun-tahun sebelumnya, di mana ia berkali-kali menjadi korban peredaran uang palsu tanpa ada pelaku yang tertangkap, membuatnya kini jauh lebih selektif saat menerima transaksi tunai.

"Sekarang ini malah yang ditakutkan peredaran uang palsu. Bahkan, dari dulu pelakunya juga tidak pernah ada yang diamankan," keluh Ijai. Keresahan pedagang kecil ini menjadi catatan penting bagi aparat penegak hukum untuk tidak hanya fokus pada kejahatan fisik, tetapi juga kejahatan ekonomi yang menyasar masyarakat menengah ke bawah.

Menanggapi berbagai potensi ancaman tersebut, AKP Anis meminta adanya kerja sama yang solid dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Kepolisian mengimbau warga agar tidak ragu segera melapor jika melihat gerak-gerik orang asing yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka guna mencegah terjadinya tindak kriminal lebih lanjut.(*)

Editor : Indra Zakaria