SAMPIT- Ketenangan warga di sekitar Jalan Iskandar 30, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, terusik oleh kemunculan sosok predator raksasa pada Selasa (3/3) subuh. Seekor buaya muara dengan panjang diperkirakan mencapai lebih dari lima meter menampakkan diri tepat di area Pelabuhan H Ali. Kehadiran reptil besar ini bukan sekadar melintas, melainkan terlihat aktif menyisir tumpukan sampah yang mengapung di permukaan air, sebuah fenomena yang kian sering disaksikan warga dalam beberapa waktu terakhir.
Zainuri, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kawasan pelabuhan kini menjadi lokasi favorit sang predator untuk muncul, terutama pada jam-jam rawan saat aktivitas manusia mulai bergerak di dini hari. Fenomena "nongkrongnya" buaya di pinggir sungai pada malam hingga subuh ini memicu kekhawatiran mendalam, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur vital transportasi air dan sangat dekat dengan permukiman padat penduduk. Warga kini diliputi kecemasan akan potensi konflik berdarah antara manusia dan satwa liar jika tidak segera ada tindakan antisipatif.
Merespons keresahan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan terkait kemunculan buaya berukuran fantastis itu. Meski secara regulasi penanganan buaya di perairan umum kini bukan lagi menjadi kewenangan langsung BKSDA, pihak mereka tidak tinggal diam. Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menegaskan bahwa langkah pencegahan tetap akan diambil guna meminimalisir risiko serangan.
Sebagai langkah awal, BKSDA berencana memasang spanduk peringatan di titik-titik rawan serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Mengingat tingginya aktivitas warga di tepian sungai, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di dekat air, terutama pada malam hingga dini hari saat sang predator sedang berada dalam puncak masa aktifnya. (*)
Editor : Indra Zakaria