Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Misteri Helikopter "Ember Raksasa" di Langit Kobar Terjawab: Ternyata Misi Lintas Provinsi

Redaksi Prokal • 2026-03-03 15:20:00

KARHUTLA: Kebakaran Hutan dan Lahan di Jalan Pasir Putih, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (31/1/2026). FOTO: BPBD KOBAR/RADAR SAMPIT
KARHUTLA: Kebakaran Hutan dan Lahan di Jalan Pasir Putih, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (31/1/2026). FOTO: BPBD KOBAR/RADAR SAMPIT

 

Kehadiran satu unit helikopter water bombing lengkap dengan bambi bucket yang bolak-balik melintas di langit Kabupaten Kotawaringin Barat dalam beberapa hari terakhir sempat memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga mulai berspekulasi mengenai adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar di wilayah tersebut yang mengharuskan adanya penanganan melalui jalur udara.

Ketidaktahuan ini bahkan merambah hingga ke barisan relawan pemadam kebakaran yang mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai misi operasi helikopter tersebut, apakah merupakan bantuan dari BNPB untuk pemantauan wilayah Kalimantan Tengah atau misi pemadaman khusus lainnya.

Teka-teki tersebut akhirnya terjawab melalui penjelasan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, menegaskan bahwa helikopter yang kerap terlihat terbang rendah itu bukan sedang menangani karhutla di wilayah Kobar. Helikopter tersebut diketahui merupakan armada carter milik sebuah perusahaan swasta di sektor perkebunan kelapa sawit yang tengah difokuskan untuk memadamkan api di wilayah Air Hitam, Kalimantan Barat.

Alasan mengapa helikopter tersebut sering terlihat melintas adalah karena ia menggunakan Lanud Iskandar Pangkalan Bun sebagai pangkalan utama atau home base. Meskipun area tugas pemadamannya berada di provinsi tetangga, aktivitas lepas landas dan pengisian logistik tetap dilakukan di Pangkalan Bun, sehingga wajar jika warga sering melihatnya melintas di langit Bumi Marunting Batu Aji tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria